Pengabdi Bidang Kesehatan Kota Bima Raih Penghargaan

Kota Bima, Kahaba.- Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 tahun 2012, sejumlah pengabdi bidang kesehatan di Kota Bima meraih penghargaan. Para peraih penghargaan tersebut dibacakan pada saat upacara peringatan Hari Pahlawan ke-67, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-48 dan hari KORPRI ke-41, Tingkat Kota Bima, di halaman kantor Walikota pada Sabtu pagi, 10 November 2012.

Ilustrasi

Upacara dihadiri oleh PNS lingkungan Pemerintah Kota Bima serta unsur FKPD Kota Bima. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin, sementara sebagai pemimpin upacara adalah dari Kodim 1608. Penghargaan bidang kesehatan yang pertama berupa “Pin AKINO” yang diberikan kepada bidan yang mampu mencapai Akino (angka kematian ibu nol).

Penghargaan ini diberikan kepada bidan Akino atau bidan yang berprestasi dalam menekan/mencegah kematian ibu melahirkan. Persyaratannya antara lain: bidan itu telah bertugas minimal lima tahun di desa dan dalam 10 tahun tidak ada kematian ibu melahirkan, serta memiliki program inovatif dan kinerja programnya diatas target yang ditetapkan. Untuk tahun 2012, penghargaan Pin AKINO untuk Kota Bima diraih oleh Bidan Nurhafiati, yang bertugas sebagai bidan di Kelurahan Rabadompu Barat.

Bagi para Bidan AKINO, Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan hadiah serta Pin Akino yang terbuat dari emas. Yang kedua, adalah pemberian penghargaan bagi PNS yang mengabdi dan berdedikasi dalam hal penanggulangan penyakit TBC di Kota Bima, selama periode penilaian tahun 2011.

Penerima penghargaan ini mencakup 3 kategori jabatan, yaitu Dokter, Pengelola Program Penanggulangan TB, serta Kepala/Petugas Laboratorium. Mereka memperoleh penghargaan Ksatria Bhakti Husada Bintang Dua, Tiga, Empat, dan Lima, serta Manggala Karya Bakti Husada, dari Kementerian Kesehatan RI. Daftar penerima penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:

Kategori Dokter: (a) dr. Agus Dwipitono, M. Kes, (Kepala Puskesmas Paruga) meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Lima; (b) dr. Nuro]iyah Azis, (Kepala Puskesmas Asakota) meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Empat; (c) drg. Budi Prabowo, (Kepala Puskesmas Mpunda) meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Tiga; (d) dr. Muh. Natsir, (Kepala Puskesmas Rasanae Timur) meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Dua; dan (e) dr. Iin Zakiah Derajad, (Kepala Puskesmas Penanae) meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Satu.

Kategori Pengelola Program: (a) Hj. Sitti Aisiyah, S.KM, (Pengelola Program TB Puskesmas Paruga), meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Lima; (b) St. Juhriah, A.Md.Keb, (Pengelola Program TB Puskesmas Mpunda), meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Empat; (c) Lina Kurniawati, A.M.Kep, (Pengelola Program TB Puskesmas Asakota), meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Dua; (d) M. Indardinata, A.Md.Kep, (Pengelola Program TB Puskesmas Rasanae Timur), meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Dua; dan (e) Nurataya, S.Kep, (Pengelola Program TB Puskesmas Penanae), meraih Ksatria Bhakti Husada Bintang Satu.

Kategori Kepala/Petugas Laboratorium: (a) Titik Widiastuti, S.KM, (Laboratorium Puskesmas Paruga) meraih Manggala Karya Bakti Husada Bintang Lima; (b) Sunarti, (Laboratorium Puskesmas Asakota) meraih Manggala Karya Bakti Husada Bintang Empat; (c) Nuraini, SH, (Laboratorium Puskesmas Mpunda) meraih Manggala Karya Bakti Husada Bintang Tiga; (d) Arif Rahman, (Laboratorium Puskesmas Rasanae Timur) meraih Manggala Karya Bakti Husada Bintang Dua; dan (e) Siti Anisa, (Laboratorium Puskesmas Penanae) meraih Manggala Karya Bakti Husada Bintang Satu.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Walikota, Wakil Walikota, dan Sekda Kota Bima. Pada kesempatan tersebut Walikota juga menyerahkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) program penanggulangan Penyakit TBC dengan 3 instansi, yaitu Dikes Kota Bima, RSUD Bima, dan RS PKU Muhammadiyah Bima.

Menurut Walikota, penghargaan itu dimaksudkan untuk memotivasi peningkatan kinerja pelayanan medis, sekaligus mendorong petugas medis lainnya agar bekerja maksimal. Pemberian penghargaan kepada para “pahlawan” kesehatan itu akan terus berlanjut, sehingga membuka ruang kepada petugas medis lainnya untuk bersikap dan bertingkah laku teladan.

“Pantas saja kalau petugas medis yang dianggap teladan mendapat reward saat peringatan Hari Kesehatan Nasional yang digelar setiap tahun. Mereka telah bekerja keras meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga layak mendapat hadiah,” ujarnya. [BQ**]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *