Juara MTQ KORPRI Kota Bima Raih Penghargaan

Kota Bima, Kahaba.- Peringatan Hari Pahlawan yang dilangsungkan di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Sabtu (10/11/2012) lalu, dirangkai dengan hari jadi KORPRI ke-41. Prosesi upacara peringatan, diakhiri dengan penyerahan sejumlah penghargaan.

Ilustrasi

Tema kegiatan pun adalah ‘Menuju Tua: Sehat, Mandiri, dan Produktif’. Berkenaan dengan peringatan Hari KORPRI, Walikota mengingatkan, pada hakekatnya KORPRI memiliki kewajiban membina watak dan memelihara persatuan dan kesatuan secara kekeluargaan.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat mampu meningkatkan kemampuan yang berdaya guna dan berhasil guna, disiplin, dan keteladanan dalam mewujudkan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakan lebih lanjut, anggota KORPRI berfungsi sebagai pemersatu bangsa, khususnya aparatur negara. KORPRI pun dapat memposisikan diri sebagai organisasi yang kuat, netral, mandiri, profesional, menyejahterakan anggota, dan terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.“Dan melindungi kepentingan anggota agar lebih profesional di dalam membangun kepemerintahan yang baik,” jelas Wali Kota.

Usai upacara, Wali Kota Bima menyerahkan  penghargaan yang diberikan kepada duta MTQ KORPRI Tingkat Provinsi NTB yang berlangsung tanggal 5-7 November 2012 lalu di Mataram.

Penerima penghargaan itu adalah Jufrin Ishaka, S.Pd (juara I golongan tilawah putra), St. Aminah, S.Pd (juara I golongan tilawah putri), Taufiquddin, S.PdI (juara I golongan kaligrafi), dan Mardiah, S.Ag (juara III golongan Dai’yah). Juara I akan mewakili Provinsi NTB mengikuti MTQ KORPRI Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan tanggal 23 November 2012 mendatang di Makassar Sulawesi Selatan. [BM]

Sejumlah Penghargaan Mewarnai Peringatan HKN dan Korpri

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *