Qurais: Perjuangan Para Pahlawan Harus Diteruskan

Kota Bima, Kahaba.- “Setiap tahun, kita mengenang jasa para pahlawan. Namun, sangat terasa makna peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial.”
Demikian ungkapan Walikota Bima, H. M. Qurais, ketika menyampaikan amanat saat upacara peringatan Hari Pahlawan ke-67 Tahun di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Sabtu (10/11/2012) kemarin.

Ilustrasi. Gambar: antarafoto.com

Dikatakannya, saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Perjuangan dan jasa-jasa mereka (para pahlawan) yang rela mengorbankan nyawa demi memertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak hanya patut dikenang. Lebih dari itu, wajib dimaknai dan diaplikasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu. Tugas kita saat ini, adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Qurais.

Menghadapi situasi seperti saat ini, di mana banyak terjadi konflik horisontal dan vertikal, katanya, bangsa ini masih membutuhkan banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Pahlawan yang membuat Indonesia damai, Indonesia yang demokratis, Indonesia yang menjunjung tinggi ke-bhineka-an (pluralisme), dan Indonesia yang empati terhadap kemiskinan. “Dalam konteks ini, kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun,” tandasnya.

Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-67, dirangkai dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 dan hari KORPRI ke-41. Upaca peringatan dihadiri sejumlah PNS di lingkungan Pemkot Bima, siswa SMA/MA dan Pramuka, TNI/Polri, Ormas/OKP, unsur FKPD, dan para Legiun Veteran.

Setelah acara penyerahan penghargaan, Wali Kota dan seluruh peserta upacara, termasuk unsur FKPD, menabur bunga di pelabuhan Bima. [BQ**]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *