Konektivitas Jaringan Transportasi, Kunci Keberhasilan Pembangunan

Kota Bima, Kahaba.- Kunci utama keberhasilan pembangunan adalah konektivitas jaringan transportasi. Keberadaan jaringan trasportasi ini akan mendukung percepatan pembangunan. Pembangunan infrastruktur dalam hal ini adalah jaringan trasportasi baik darat, udara dan laut, harus dapat melayani produk jasa pariwisata dan logistik untuk ketahanan pangan. Demikian paparan Walikota Bima dalam penutupan Rakor Komwil IV APEKSI ke-8  pada sore hari Kamis (15/11/2012).

Pelabuhan Bima, salah satu aset Pemerintah Kota Bima dalam meningkatkan perekonomian daerah. Foto: Dishubkominfo-kobi.net

H. Qurais H. Abidin mengungkapkan, pembangunan infrastruktur sangat penting dan strategis karena dapat memperkecil kesenjangan pembangunan antara kota dengan daerah. Selain itu, pembangunan infrastruktur memiliki efek berganda yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, meningkatkan keterhubungan, dan aktivitas ekonomi. “Oleh karena itu, tema yang diangkat dalam rakor ini sangat relevan dengan program percepatan pembangunan yang sedang kita laksanakan”, ujar Walikota.

Kota Bima saat ini telah memiliki infrastruktrur transportasi berupa transportasi laut serta transportasi udara, yaitu bandara M. Salahuddin yang dikelola bersama Kabupaten Bima.

“Dari hasil rakor ini, kami berharap mendapatkan gambaran untuk meningkatkan keterpaduan antar-moda, termasuk membangun sistem jalan yang terintegrasi yang menghubungkan seluruh simpul-simpul transportasi yang ada di wilayah ini, serta ke wilayah lain di seluruh Indonesia”, ucap Walikota.

Untuk pelabuhan laut, konektivitas transportasi laut sangat  dipengaruhi oleh sistem logistik di wilayah NTB yang dikembangkan untuk melayani produk-produk hasil pertanian dalam arti luas, dan mendukung distribusi barang melalui pelabuhan Bima. Sehingga arah pengembangan pelabuhan laut Bima adalah untuk mendukung semua hasil sentra-sentra industri lokal dan hasil tambang yang ada di daerah ini.

Demikian pula halnya rencana pembangunan terminal bus Ni’u Kota Bima (Type A). Konektivitas transportasi darat, khususnya pengembangan terminal bus ini  merupakan pendukung untuk melancarkan arus penumpang dan barang yang terintegrasi, yang menghubungkan angkutan dalam provinsi dan antar provinsi. Disamping berfungsi sebagai terminal, didukung juga dengan fasilitas wisata bahari dan pusat kuliner.

“Saya yakin, program-program pengembangan infrastruktur seperti ini juga menjadi prioritas 12 kota Anggota Komwil IV APEKSI. Alangkah baiknya jika kita dapat terus melanjutkan koordinasi dan memperkuat konsolidasi, agar kita dapat saling melakukan sharing, bertukar pikiran tentang berbagai kendala dan tantangan yang kita hadapi, sehingga berbagai program pembangunan yang kita rencanakan dapat berhasil. Rakor yang kita tutup hari ini, hanyalah satu dari sekian banyak upaya diskusi kita, yang insyaallah akan semakin kita tingkatkan pada masa-masa mendatang”, ucap Walikota.

Menutup sambutannya, Walikota mengucapkan selamat jalan kepada seluruh rombongan peserta Rakor Komwil IV APEKSI ke-8.  Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pembicara, seluruh peserta rakor, serta seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan rakor ini. “Kami sungguh berharap anda semua dapat membantu mempromosikan daerah kami, dan kami dengan senang hati menantikan kunjungan-kunjungan berikut. Kami sudah berupaya maksimal untuk menyelenggarakan rakor dan memberikan pelayanan kepada para tamu daerah. Namun jika dijumpai hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan rakor ini, kami mohon dimaafkan”, ujar Walikota. [BQ**]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *