Kabupaten Bima Juga Berpartisipasi Dalam Ekspo APEKSI

Kota Bima, Kahaba.- Selain 13 kota yang tergabung dalam APEKSI Komwil IV, ajang Expo APEKSI juga diisi oleh Pemkab Bima untuk berpartisipasi dalam pameran yang digelar selama dua hari itu. Stand Dinas Pariwisata Kabupaten Bima  mempromosikan objek-objek wisata unggulan di Kabupaten Bima serta potensi sejarah daerah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat.

“Meski hanya dua hari, banyak hal yang bisa kami promosikan ke khalayak tentang objek pariwisata yang kini dikembangkan,” kata H. Nurdin, SH, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima, disela-sela kesibukannya memberikan penjelasan pada pengunjung stand (17/11/2012).

Salah satu stand dalam Pameran Ekspo APEKSI, 15-17 November 2012. Foto: Arief

Sebenarnya tak hanya sekedar promosi wisata, kata Nurdin, “Expo juga bisa memperkenalkan budaya, pameran foto Bima tempo dulu seperti yang bisa masyarakat bisa lihat saat ini,” katanya sambil menunjuk salah satu foto, yang menggambarkan falsafah Pemerintahan Kesultanan Bima.

Sementara itu, kegiatan Expo, yang digelar dari tanggal 15 – 17 di Lapangan Pahlawan Raba Kota Bima,  merupakan salah satu event pendukung Rakor Apeksi Korwil IV Tahun 2012 yang diikuti berbagai instansi pemerintah, BUMN, perbankan dan perusahaan swasta seperti  otomotif dan rokok.

Tidak ketinggalan, berbagai stand produksi lokal seperti kerajinan tangan khas Bima: tembe nggoli; panganan tradisional: madu, susu kuda, pangaha bunga, mina sarua dan sebagainya. Peserta dari luar daerah yang juga ikut memeriahkan pameran kali ini adalah dari Probolinggo dan Madiun yang juga memajang produkinya di stand yang disediakan.

Salah satu pengunjung yang sempat ditemui diarena Expo menuturkan, meski saya lahir dan besar di Kota Bima, seumur-umur saya baru melihat berbagai foto unik tempo dulu. “Saya kagum dengan salah satu gambar yang dipajang dimana menceritakan tentang proses musyawarah dan mufakat yang dilakukan oleh petinggi sultan Bima kala itu,” kata Ibu syamsiah. Meski hanya dijelaskan secara sederhana oleh Kadis Pariwisata, Syamsiah bisa merasakan bagaimana proses kehidupan berdemokrasi kala itu.

Stand Expo Disbudpar Kabupaten Bima juga menampilkan berbagai film dokumenter. Diantaranya film sejarah Tambora, film tentang kehidupan masyarakat Sambori dan berbagai film dokumenter yang menggambarkan objek wisata alam dan situs-situs bersejarah yang melegenda. [BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *