Unjuk Rasa Tuntut Basmi Penyakit Sosial, Ricuh

Kota Bima, Kahaba.- Maraknya peredaran minuman keras, perjudian, pelacuran dan aksi balapan liar anak muda, mengundang puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima menggelar aksi unjuk rasa, Kamis, 22 November 2012 pagi ini. Mereka menuntut penegakkan supremasi hukum di Bima.

Salah seorang mahasiswa diamankan petugas usai kericuhan aksi kader HMI Cabang Bima. Foto: Bin Kalman

Aksi demonstrasi yang terjadi depan kantor Walikota Bima itu, sempat diwarnai kericuhan saat adegan pembakaran buku Peraturan Daerah (Perda) tentang penyakit sosial yang dinilai Perda tersebut tidak berfungsi. Mereka berharap polisi dan pemerintah lebih menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi budaya ketimuran masyarakat Bima dan menindak keras peredaran miras dan tindakan kriminal lainnya.

Kordinator aksi, Adam, dalam pernyataan sikap menuntut pihak Kepolisian Resort Bima Kota untuk terus melakukan razia rutin terhadap setiap tindakan kriminal, sepeti penjualan minuman keras, perjudian, pelacuran maupun aksi balapan liar yang sering terjadi di tengah malam di sekitar pinggir pantai kawasan Amahami.

Kondisi merajelalanya penyakit sosial yang ada di tengah masyarakat, lanjut Adam, semestinya pemerintah membuka mata lebar-lebar. “Betapa tindakan kriminal masyarakat tak lagi tersembunyi namun hampir ada di tiap sudut kota ini,” ungkapnya.

“Polisi harus tegas menindak persoalan penyakit sosial dan jangan main pandang bulu, dan pada pemerintah harus terus melakukan pembinaan pada masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan damai bagi Kota Bima tercinta,” sambung Adam mengakhiri. [BK/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *