Kasus Salah Satu Bangunan SDN 54 Kobi

Kota Bima, Kahaba.- Salah satu ruangan di SDN 54 Kota Bima yang dibangun sejak dua tahun lalu hingga saat ini tak pernah dipakai. Pasalnya, kunci ruangan tersebut sampai hari belum diserahkan pihak kontraktor. Padahal ruangan tersebut sangat dibutuhkan guna menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah di bilangan Kelurahan Santi itu.

Ilustrasi

Kepala SDN 54 Kota Bima, Kaharudin yang ditemui Kahaba, Sabtu, 24 November 2012, mengaku tidak tahu mengenai kunci ruangan tersebut. Bahkan diakuinya, saat pembangunan proyek sejak tahun 2010 lalu, dirinya tidak pernah diberitahukan oleh pihak kontraktor. Saat ditanya kepada pihak kontraktor pun mengenai anggaran dan untuk apa bangunan tersebut dibangun!, mereka menjawab tidak tahu.

Kaharudin melanjutkan, bangunan itu belum dilakukan serah terima kepada pihak sekolah. Menurut Kaharudin, bangunan itu pun mulai rusak karena tidak terpakai. “Sebenarnya bangunan tersebut tidak pernah selesai dikerjakan pada bagian plafon maupun lantai yang dibiarkan terlantar begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komite sekolah se tempat, Rangga, mengaku saat ini SDN 54 Kota Bima masih kekurangan ruangan untuk KBM. Apalagi saat ini, lanjut Rangga, sekolah tersebut dalam proses rehab berat. ”Kami sangat membutuhkan ruangan untuk KBM sampai selesai pengerjaan rahab,” ujarnya, Sabtu, 24 November 2012.

Rangga juga mengakui mengenai proses proyek bangunan tersebut tidak jelas peruntukannya, dan bagaimana proses pengerjaannya. Sebab, terang Rangga, dalam perjalanan pengerjaan proyek itu hingga selesai pembangunannya, pihak kontraktor dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima tidak pernah datang kembali untuk menyerahkan ruangan tersebut kepada pihak sekolah. “Terkesan pihak kontraktor dan pejabat dinas Dikpora menghilang dengan alasan yang tidak jelas,” tudingnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *