Kandang Ayam di Dodu Terbakar

Kota Bima, Kahaba.- Kamis (29/11/2012) pagi sekitar pukul 10.00 WITA, warga RT 05 RW 02, Lingkungan Dodu II, Kelurahan Dodu dikagetkan dengan terbakarnya sebuah kandang ayam potong yang berada di pinggir perkampungan. Warga yang rumahnya dekat dengan kadang terlihat panik, sementara salah satu mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi ternyata mengalami kerusakan hingga sempat membuat senagian warga kesal.

Ilustrasi

Belum diketahui pasti sebab kebakaran yang terjadi. Saat kandang terbakar, tak ada bibit ayam dalam kandang tersebut. Sementara itu, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 100 juta.  Kandang sepanjang 80 meter yang terbuat dari bambu membuat api begitu cepat membakar kandang milik Ibnu Hajar itu.

Dua mobil pemadam kebakaran yang datang berhasil menjinakan api dengan cepat lantaran kandang sudah ludes terbakar di bagian atapnya. Nurbaiti, istri pemilik kandang mengaku awalnya tidak tahu mengenai kejadian tersebut dan tiba-tiba saja ada laporan dari warga bahwa kandang miliknya terbakar. “Saya langsung menuju lokasi kadang, dan sudah bayak warga yang melihat kejadian tersebut.. Dan Saya belum mengetahui persis sebabnya,” ujar Nur kepada Kahaba.

Nurbaiti mengaku kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. “Walaupun bahan kandang rata-rata terbuat dari bambu dan kayu, namun cukup banyak juga material lain seperti peralatan pakan ayam serta perlengkapan lainnya yang ludes terbakar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Rasanae Timur, Iptu. Antonius Leor yang dikonfirmasi terpisah mengatakan sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran.  Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Mengenai adanya informasi salah satu warga yang membakar sampah dekat kandang hingga merembet ke kadang, diakui Antonius, hal itu belum dapat dipastikan karena perlu diselidiki lebih dahulu.

Idris selaku selaku salah satu warga Dodu, meminta kepada pemerintah agar mobil pemadam kebakaran selalu dalam keadaan optimal sehingga jangan sampai ketika ada kebakaran, namun mobil pemadam dalam keadaan rusak. “Pemerintah jangan hanya memperbaiki dan membeli mobil mewah hanya untuk pejabat, yang terpenting itu mobil pemadam yang harus diperhatikan dengan baik,” tandasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *