Pelaku Pemotong Tangan Warga Bugis Ditangkap

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kejadian pembacokan yang dialami Burhanudin (26) warga Desa Bugis, Kecamatan Sape,  Rabu sore (28/11/2012) usai pertandingan sepak bola diduga dilakukan oleh Dahlan (27), Warga Desa Soro, Kecamatan Lambu. Dahlan ditangkap tujuh jam setelah kejadian, sekitar pukul 01.00 dini hari, Kamis (29/11/2012) oleh polisi yang dibantu warga dan keluarganya sendiri saat bersembunyi dipegunungan sekitar Desa Soro.

Ilustrasi

Kapolres Bima Kota, AKBP. Kumbul KS, S.IK, SH kepada sejumlah wartawan di kantor Satuan Reskrim Polres Bima Kota, Kamis (29/11/2012) menjelaskan pelaku (Dahlan, red)) telah ditangkap dan sekarang sudah diamankan guna menjalani pemeriksaan. Pelaku sendiri ditangkap d isekitar pegununga Desa Soro, Kecamatan Lambu dibantu warga dan keluarga pelaku sendiri.

Saat penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan, sementara korban saat ini masih dirawat di RSUD Bima akibat luka yang dialami. Korban mengalami putus pada pergelangan tangan kiri serta luka robek pada bagian bawah ketiak kanan akibat terkena sabetan parang. Mengenai kronologis kejadian, lanjut Kumbul, saat pertandingan bola antara warga Desa Bugis dan Soro, korban didatangi oleh pelaku, sempat terjadi cekcok yang kemudian berakhir dengan perkelahian. “Korban dan pelaku sama-sama membawa senjata tajam, namun pelaku lebih dulu menebas tangan korban hingga membuat korban mengalami luka berat,” ujar Kumbul.

Ia menambahkan, pelaku sesaat kejadian langsung melarikan diri, sementara itu warga yang berada sekitar lokasi yang menyaksikan kejadian spontan kemudian mengajar pelaku. Lantaran tidak dapat melampiaskan kemarahan kepada pelaku, warga akhirnya membakar tiga motor yang ada diduga milik warga Desa Soro yang saat itu hadir menonton pertandingan bola. “Motor yang hangus ludes terbakar berjenis Supra Fit, Vario dan Beat, yang diduga milik warga Desa Soro,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, kata Kumbul, selain adanya aksi pembakaran motor, juga sempat terjadi ketegangan antara kedua desa, namun dirinya bersama tokoh masyarakat antar dua desa segera menggelar pertemuan untuk meredam emosi warga yang ingin bentok lebih lanjut. “Dari pertemuan kedua tokoh masyarakat dari Desa Soro dan Desa Bugis, akhirya disepakati memproses hukum terhadap pelaku, dan tak akan melakukan konflik lebih lanjut,” imbuhnya.

Keluarga Korban yang ditemui Kahaba di RSUD Bima, Fatima berharap kepada pihak aparat untuk menghukum berat pelaku, apalagi korban kini harus hidup tanpa tangan. “Saat ini, kondisi korban sudah sedikit membaik walaupun masih merasa sakit pada bagian lukanya,” kata Fatima. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *