Tagih Janji Wagub, Mobdis Dirusak Warga Kalampa

Bima, Kahaba.- Tiga hari sudah ratusan warga Desa Kalampa, Kecamatan Woha menggelar aksi blokir jalan untuk menagih janji wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir dan Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain mengenai ganti rugi kerusakan lahan pertanian akibat bentrok warga Kalampa dan Godo. Puncaknya Kamis (29/11/2012) kemarin sekitar pukul 17.00 WITA dua Mobil Dinas (mobdis) milik Pemerintah Kabupaten Bima yang disandera dirusak massa.

Kondisi perang antara Samili-Godo. Foto: Cen

Mobil yang dirusak jenis Sedan sementara mobdis jenis kijang sampai saat ini masih terlihat utuh. Pengerusakan tersebut akibat puncak kemarahan warga lantaran janji Wagub dan Bupati tidak direalisasikan padahal kerugian bagi warga Kalampa sudah jelas terjadi akibat bentrok sebelumnya.

Dari data pihak warga, kerugian dialami sebayak 70 Kepala Keluarga (KK), bila dihitung kerugian material akibat betrokan tersbut ditaksir kurang lebih mencapai Rp 700 juta. Kerusakan paling parah terjadi pada tanaman padi dan sayuran di areal persawahan yang menjadi lokasi bentrokan.

Hamzah (30) yang menjadi Perwakilan warga Kalampa kepada wartawan mengatakan, Jum’ at (30/11/2012) mengatakan aksi pengerusakan terhadap mobdis dinas karena memang tidak ada respon pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terhadap apa yang menjadi tuntutan warga yang menggelar aksi, selama menggelar aksi tidak satupun perwakilan kedua pemerintah hadir menemui warga.

Mengenai janji, kata Hamzah saat pertemuan islah damai warga dengan Wagub dan Bupati disepakati pemerintah akan mengganti segala kerugian akibat bentrokan tersebut, juga mengenai kerugian warga Desa Kalampa khususnya kerugian material terhadap rusaknya tanaman padi dan palawija di persawahan yang menjadi lokasi bentrokan.

“Setelah lama ditunggu ternyata tidak ada niat pemerintah untuk merealisasikannya, fakta sampai saat inipun tidak ada petugas satupun yang melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami warga,” ujarnya.

Menurut Hamzah, warga akan terus menggelar aksi yang sama sampai pemerintah segera turun tangan merealisasikan janji. “Bila tidak ada respon, akan aksi yang lebih besar karena ini sudah menyangkut kehidupan ekonomi warga pasca bentrokan yang terjadi,” tegasnya. [BS]


Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *