Bupati Bima Paparkan RAPBD 2013

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2013 yang disampaikan Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST, proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Bima untuk tahun 2013 direncanakan sebesar Rp 1,011 triliun. Sementara terkait belanja daerah, direncanakan menjadi Rp 951,4 miliar atau peningkatan sebesar Rp 65,5 miliar (6,89%) dibanding tahun sebelumnya.

Bupati Bima saat penyampaian jawaban atas tanggapan Fraksi DPRD Kota Bima. Foto: Bag. Humas Pemkab Bima

Dalam Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kabupaten Bima, Kamis (29/11/2012), Ferry memaparkan secara rinci Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2013, diantaranya terkait pendapatan. Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Bima untuk tahun 2013 direncanakan sebesar Rp 1,011 triliun yang terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 66,4 miliar yang berarti mengalami penurunan sebesar 3,02% dari target tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 68,5 miliar. Kemudian Dana perimbangan direncanakan sebesar Rp 825,3 miliar yang berarti mengalami peningkatan 14,75% dari target sebelumnya  sebesar Rp 719,2 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah, direncanakan sebesar Rp 119,9 miliar yang berarti mengalami penurunan sebesar Rp 14,2miliar atau -10,58% dari target tahun sebelumnya sebesar Rp. 134,1 miliar.

Kemudian terkait belanja, Jumlah  belanja dalam RAPBD TA 2013 direncanakan sebesar Rp 1,016 triliun atau mengalami kenaikan Rp 65,5 miliar atau 6,89% dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 951,4 miliar. Adapun rincian total belanja  sebagai berikut, Belanja tidak langsung, direncanakan sebesar Rp 641,5 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 35,01 miliar atau 5,77% dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 606,5 miliar.

Belanja langsung, direncanakan sebesar Rp 375,4 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 30,5 miliar atau 8,84% jika dibandingkan   dengan belanja langsung pada APBD tahun 2012 setelah perubahan sebesar Rp 344,9 miliar.

Kemudian,  pembiayaan dari sisi penerimaan, pos pembiayaan 2013 direncanakan sebesar Rp 7,69 miliar yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Anggaran Tahun Sebelumnya (silpa) dan penerimaan kembali pemberian pinjaman Rp 30 juta. Sedangkan dari pos pengeluaran pembiayaan, komponen penyertaan modal (investasi) daerah untuk tahun 2013 direncanakan sebesar  Rp 2,49 miliar. Dengan demikian terdapat pembiayaan netto sebesar Rp 5,2 miliar untuk menutupi kelebihan belanja terhadap pendapatan dalam rancangan APBD TA 2013.

“Rencana APBD TA 2013 yang baru saya paparkan tadi, berisi program prioritas dan kebutuhan dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut akan terus diakomodir secara bertahap sesuai dengan urgensi, kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah,” kata Ferry.

Mencermati ralisasi PAD yang tidak mencapai target,  Fraksi PBKPD, Fraksi PAN dan Fraksi Karya Nurani menyampaikan masukan agar  Bupati   memberikan reward dan punishment pada  setiap SKPD yang dinilai berhasil atau gagal dalam pelaksanaan tugasnya serta memberikan sanksi kepada kepala-kepala dinas yang tidak mampu memenuhi pencapaian target PAD.

Menjawab harapan Dewan, Bupati mengatakan,  Eksekutif secara berkala terus melakukan evaluasi terhadap SKPD dalam pencapaian PAD.  “Sanksi berupa peringatan dan teguran selalu disampaikan di berbagai forum rapat dan pertemuan agar pimpinan SKPD tidak lupa terhadap kewajibannya untuk mencapai target PAD dan tidak semata berfokus pada belanja. Penghargaan(reward) diberikan dalam bentuk insentif secara berkala bagi SKPD yang melebihi target yang ditetapkan,” pungkasnya. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *