DP4 Fiktif Berpotensi Ciptakan Pemilih ‘Siluman’

Kota Bima, Kahaba.- Amburadulnya Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) oleh Pemerintah Kota (pemkot) Bima, dipandang miris oleh berbagai kalangan, termasuk salah satunya Anggota DPRD Kota Bima, duta Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anwar Arman, SE.

Sejumlah data dalam DP4 Kota Bima disinyalir fiktif

Ditemui di ruangan Komisi A, DPRD Kota Bima, Selasa (4/12) Anwar mengaku kaget munculnya persoalan DP4 yang diserahkan Pemkot Bima pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Menurutnya, harusnya data DP4 tidak menjadi masalah, karena memang ukuran suksesnya setiap Pemilihan Kepala Daerah (pemilukada) adalah dari rekam data para pemilihnya.

Kata Anwar, kalau kemudian dari awal penyusunan DP4 bermasalah tidak menutup kemungkinan validasi data pemilih selanjutnya akan terus bermasalah. Apalagi kemudian mencuat banyaknya data fiktif dalam DP4 tidak tanggung-tanggung, 73 Rukun Tetangga (RT) oleh KPU disinyalir fiktif.

“Kalau kemudian ternyata data DP4 yang diserahkan ternyata tidak tervalidasi dengan maksimal maka akan bayak ditemukan penduduk-penduduk yang berpotensi penduduk siluman,” tegasnya.

Data pendudukan sangat berpotensi memunculkan pelanggaran pada setiap pemilukada berlangsung tidak saja di Kota Bima juga di daerah lain, jangan sampai terjadi di Kota Bima. Pejabat terkait diharapkan konsisten menunjukkan kinerjanya.

”Tidak mungkin salah kalau tidak disengaja,” pungkas Anwar. “Karena sudah menjadi tugas pemerintah melalui Satuan Kerja (satker) terkait untuk mendata dan memvalidasi data penduduk setiap saat.” tambahnya.

Tanpa mengedepankan prasangka buruk, Anwar menilai ada usaha pihak-pihak yang berkepentingan untuk memenangkan pemilukada dengan tidak jujur dan adil.

Anwar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama meminta pemerintah secepatnya perbaiki data tersebut, sebelum memunculkan masalah baru. Sehingga pemilukada yang jujur dan adil dinodai oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara kader PKS lainnya, M. Risad, SE pada kesempatan yang sama juga menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, adanya data pemilih fiktif sama saja ingin mencoreng suksesnya pemilukada diKota Bima. “Semua data harusnya disiapkan lebih awal karena memang salah satu pilar utama dalam suksesnya pemilukada adalah validasi data penduduk,” tukasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *