Pemkot Bima Bantah Data DP4 Fiktif

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima membantah adanya Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) fiktif. Melalui Kasubag Humas Bagian Humaspro Setda Pemkot Bima, Ihya Gozali, S.Sos menyatakan munculnya pemberitaan DP4 fiktif itu terjadi akibat kesalahpahaman antara pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bima.

Ilustrasi

Kepada Kahaba, Rabu (5/12/2012) Gozali menjelaskan, 73 Rukun Tetanggan (RT) dikatakan fiktif oleh pihak KPU karena kesalahpahaman dalam membaca tabel yang memuat data warga pada setiap RT secara keseluruhan pada setiap kecamatan di Kota Bima.

Dicontohkannya, di Kelurahan Kolo banyaknya RT adalah 30 buah. Setelah terjadi pemekaran wilayah, jumlah RT kemudian ikut menyusut hingga menjadi 20 RT saja. Namun pada saat proses validasi data dilakukan petugas Dikdukcapil, dua sampai tiga warga yang tidak berada di tempat.

“Selain tidak ada ditempat saat divalidasi, warga tersebut juga sampai saat ini tidak pernah melaporkan diri apakah telah pindah domisili. Itu yang menyebabkan nama-nama warga itu masih tersimpan pada data RT awal sebelum pemekaran,” beber Gozali.

Gozali juga menepis anggapan bahwa Dinas Dukcapil Kota Bima tidak pernah melakukan validasi vaktual atas data-data yang tercantum dalam DP4 akibat kekurangan anggaran. Dari keterangan pejabat instansi itu, Gozali memastikan proses validasi telah dilakukan secara keseluruhan di lima Kecamatan di Kota Bima. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *