Pembangunan Masjid Al-Muwahidin Kembali Dilanjutkan

Kota Bima,Kahaba.- Setelah lebih dari sepuluh tahun pembangunan masjid agung Al-Muwahidin Kota Bima terbengkalai, kini proses pembangunan terlihat dimulai kembali. Pemerintah Kota Bima mengucurkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk sarana ibadah berlantai tiga itu. Namun, masih dibutuhkan dana puluhan miliar lagi untuk merampungkan seluruh pembangunannya.

Pembangunan Masjid Al-Muwahidin kembali dilanjutkan. Foto: Arief

Masjid Al-Muwahidin, pembangunannya kembali dilanjutkan. Foto: Arief

Sekretaris Umum Yayasan Al-Muwahidin Kota Bima Drs. H. Ramli Ahmad, MAP kepada Kahaba mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Bima melalui APBD tahun 2012 sebanyak Rp 1 miliar. Dana itu kemudian digunakan untuk melanjutkan pembangunan masjid yang menjadi icon kota Bima ini.

Proses pembangunan dilaksanakan sejak tanggal 3 Desember lalu dan pekerja akan memfokuskan pembangunan pada lantai dua masjid. “Dengan bantuan itu, kami mulai mengerjakan pemasangan tembok pada bagian utara masjid. Dilanjutan dengan pleteran, termasuk pemasangan granit,” papar H. Ramli.

Ia melanjutkan, jika melihat besaran biaya yang diperlukan, dana bantuan Pemkot Bima dikatakan belum mencukupi untuk menyelesaikan bangunan tembok pada lantai dua. Namun pihaknya akan berupaya untuk memaksimalisasi penggunaan dana dengan membangun item-item yang lebih diprioritaskan untuk dibangun.

Pembangunan masjid Al-Muwahidin sendiri telah terkatung-katung lebih dari sepuluh tahun. Sejak peletakan batu pertama pada zaman Bupati Bima Zainul Arifin tahun 2000, beberapa kali suksesi kepemimpinan kota dan kabupaten Bima tak kunjung mampu mewujudkan masjid yang menjadi icon daerah Bima itu.

H. Ramli mengaku, untuk merampungkan pembangunan itu, Yayasan Al-Muwahidin Kota Bima tetap melakukan upaya pencarian dana dari berbagai pihak. Bahkan Ketua Yayasan, sudah mengirim sejumlah proposal ke Jakarta untuk dimintai bantuan dana hibah dari para donator. “Alhamdulillah, sejak mulai dikerjakan lagi pembangunan Masjid Raya ini, sejumlah bantuan dari masyarakat juga ada. Baik itu semen, pasir dan sejumlah material lain yang dibutuhkan,” terangnya.

Menurut H. Ramli, tanggungjawab untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Raya tersebut tidak semata-mata harus dibebankan kepada Pemerintah Kota Bima. Tapi juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat Kota Bima. “Jika masyarakat Kota Bima juga tidak merasa peduli dengan penyelesaian Masjid ini, maka tentu pekerjannya tidak akan selesai,” tambah pria yang juga menjadi Kabag Kesra Setda Kota Bima itu. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *