Pemkab Bima Beri Penghargaan Juru Pungut Pajak.

Kabupaten Bima, Kahaba.- Momen upacara peringatan Hari Ibu ke-84 dan HUT ke-13 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2012 selain diisi prosesi kegiatan upacara, juga dilakukan penyerahan hadiah kepada kepala desa dan juru pungut pajak yang berhasil melampaui target sebagai pengumpul pajak terbanyak.

Ilustrasi

Ilustrasi

Tahun ini, 39 desa se Kabupaten Bima  berhasil melampaui target Rp 9 juta per desa sesuai yang ditetapkan. Sebagai bentuk penghargaan atas kiprah dan kerja kepas para juru pungut pajak ini, Sabtu (22/12) Pemerintah Kabupaten Bima melalui Sekretaris Daerah Drs. H. Masykur HMS menyerahkan secara simbolis 1 unit kendaraan roda dua di Lapangan Tenis Kantor Bupati Bima.

Secara keseluruhan tahun 2012, Kabupaten Bim berhasil mencatat realisasi PBB P2 sebesar Rp. 1,2 miliar atau 112,81% dari target sebesar Rp. 1,07 miliar.

Keberhasilan ini mengantarkan Kabupaten Bima menjadi salah satu Kabupaten/Kota yang berhasil memenuhi pencapaian target Pajak Bumi dan Bangunan dan Perdesaan (PBB P2). “Karena itu, pada tahun ini kita kembali mendapatkan alokasi insentif pelampauan yang menjadi suntikan dana untuk APBD tahun 2012,” terang Masykur.

Ia menambahkan, dana tersebut sebagian dialokasikan untuk penyediaan sepeda motor operasional bagi para juru pungut, yang diserahkan kepada 39 kepala desa dan juru pungut yang berprestasi se-Kabupaten Bima. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Desa Rato dan Juru Pungut Desa Rato Kecamatan Bolo.

Secara khusus, Sekda memberikan apresiasi kepada desa-desa pemenang. Keberhasilan itu diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar Kabupaten Bima yang telah menorehkan prestasi membanggakan ini berturut-turut dalam dua tahun terakhir sejak tahun 2011, dapat berlanjut. [BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *