Diduga Kurir Ganja, Siswa SMK Dibekuk

Kabupaten Bima, Kahaba.- AL (17), siswa salah satu SMK di Kecamatan Sape ditangkap polisi pada hari Selasa (25/12/2012) sekitar pukul 12.00 wita. Terduga kurir pengedar ganja kering itu diamankan di Sat Narkoba Polres Bima Kota bersama HR (21) dengan sejumlah barang bukti.

Ilustrasi/Foto: rasikafm.co.id

Ilustrasi/Foto: rasikafm.co.id

Informasi penangkapan kedua remaja itu awalnya terendus pewarta media  di Polres Bima Kota.  Dalam ruangan Satuan Narkoba Gunung Dua, terlihat kedua tersangka yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan penyidik.

Berdasarkan informasi yang didapat sejumlah wartawan, kedua tersangka  berinisial AL (17) dan HL (21). Keduanya sama-sama warga Desa Oi Maci, Kecamatan sape yang diamankan bersama sejumlah barang bukti yang sampai saat ini tidak jelas berapa banyaknya.

Tersangka AL sendiri diketahui masih berstatus pelajar pada salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kecamatan Sape. Ia diduga berperan sebagai kurir dalam transaksi narkoba yang melibatkan pembeli berinisial HL tersebut.

Kasat Narkoba, Iptu  Abdullah Abidin yang coba dikonfirmasi dikantor Sat Narkoba beberapa saat setelah penangkapan enggan memberikan komentar. Ia merekomendasikan Kahaba untuk langsung meminta konfirmasi pada Kapolres Bima-kota AKBP Kumbul KS, S.IK. “Saya tidak berani memberikan konfirmasi pemberitaan sebelum ada persetujuan Pak Kapolres,” ujarnya.

Sementara Kapolres yang dihubungi melalui handphone, hanya mengakui adanya penangkapan tersangka narkoba jenis ganja tersebut. Ia menjanjikan akan memberikan keterangan pers besok, rabu (26/12/2012) di Satuan Narkoba Polres Bima Kota. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Irvan

    KAHABA Harus meralat pemberitaan ini bahwa terduga pengedar AL (17) pelaja salah satu SMK di Sape pada tanggal, 25-12-2012 jam 12:00 itu menjadi tidak bersalah, itu adalah jebakan oleh terduga utama HL (21) yang memang telah lama menjadi incaran para Polisi di Kab Bima, terduga AL sebenarnya adalah korban HL yang telah sengaja mengajak terduga AL untuk membawa barang bukti tersebut agar terduga HL tidak terbukti dalam kasus ini,  terduga utama HL mengetahui betul watak terduga AL bahwa terduga AL sangat bodoh dan awam mengenai narkoba apalagi masalah hukum dan itu hanya ikut-ikutan saja dan saya sangat mengetahui betul watak dan perilaku terduga AL (17) bahwa anak ini adalah sosok yang pendiam rajin mengaji dan sholat, dan tiba-tiba ada pemberitaan KAHABA bahwa terduga AL (17) adalah Pengedar narkoba yang telah lama di incar Polisi, saya rasa  itu tidak benar yang sebenarnya adalah terduga utama adalah HL (21) yang memang sudah lama jadi target operasi Polisi Kab.Bima. dalam hal ini saya berharap MEDIA KAHABA yang memang AKTUAL,LUGAS DAN BERIMBANG harus meralat pemberitaan itu bahwa terduga AL (17) memang tidak bersalah dan dia adalah murni Pelajar siswa SMK calon-calon Perwira harapan masa depan Kec. Sape Kab. Bima yang masih di bawah umur. 

    Terima kasih

    • Rafi Hama Lempi

      Ya kita juga harus berharap besar kepada kinerja Polisi sebagai Penyidik agar bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah mungkin juga tersangka AL (17) hanya di beri secuil imbalan oleh tersangka utama HL (21) agar mau melakukan transaksi atau coba-coba menggunakan Narkoba atau di paksa mengaku agar ikut terjebak dalam kasus ini, apa lagi tersangka masih di bawah umur. “ada istilah kata kalau jadi target Operasi BD harus pandai MENUKAR KEPALA” kasian deh kamu AL jadi KORBAN TUKAR KEPALA

  2. Rafi Hama Lempi

    BIMAKINI harus memuat ulang pemberitaan yang melibatkan AF (17) Pelajar SMK Kec. Sape yang masih di bawah umur yang di jadikan tersangka juga, itu hanya akal-akalan tersangka utama HR (21) untuk menjebak AF untuk di jadikan korban, HR yang memang sudah lama menjadi target Operasi Polisi dengan sengaja memperalat AL untuk di jadikan tersangka juga, sedangkan AF yang kami ketahui selama ini adalah anak yang pendiam dan tidak banyak mengetahui tentang apa itu Narkoba, apa lagi HR sendiri sebagai tersangka utama di hadapan penyidik mengakui dan mau bertanggung jawab atas perbuatanya sendiri untuk tidak melibatkan AF yang telah di peralatnya yang masih di bawah umur dan berstatus Pelajar, dan  keluarga besar HR sendiripun telah meminta maaf kepada keluarga besar AF dan bertanggung jawab sepenuhnya atas perbuatan HR yang telah mencoreng Keluarga besar  AF yang tinggal di Kec. Sape. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *