Hak Siswa Tak Boleh Dihisap Guru

Kota Bima, Kahaba.- Menanggapi dugaan penggelapan Dana Beasiswa Khusus Murid Miskin (BKMM) yang dilakukan oleh oknum guru di SMAN 2 Kota Bima, akademisi STISIP Mbojo Bima, Syarif Ahmad, MSi menegaskan tindakan tersebut merupakan sikap yang menyalahi prinsip pendidikan.

syarif ahmad M.Si

Syarif  Ahmad, M.Si

Saat dimintai tanggapannya Kamis kemarin, Syarif mengatakan, BKMM itu tentu diberikan dengan tujuan untuk membantu kebutuhan sekolah siswa yang tergolong hidup miskin. Jika hak mereka kemudian dirampas, berarti oknum guru yang bersangkutan telah melanggar prinsip pendidikan yang mestinya memberikan teladan yang baik bagi siswa. “Hak siswa itu tidak boleh dihisap oleh oknum guru. Mereka dibantu dengan beasiswa karena miskin, demi kelancaran proses pendidikan mereka,” sorotnya.

Syarif yang ditemui di kampus STISIP Mbojo-Bima mengaku sangat menyesali tindakan oknum guru tersebut. Mestinya, urusan membantu siswa miskin seperti itu harus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Bukan mengedepankan kepentingan subyektif. “Jika memang hal itu sudah dilaporkan ke Polisi, kami meminta agar polisi bisa secepatnya memeriksa. Bila memang terbukti, berikan sanksi dan hukuman yang setimpal,” tegasnya.

Ia melanjutkan, yang paling penting juga yakni, proses hukum yang tengah ditangani oleh pihak berwajib bisa memberikan efek jera. Agar kedepan, siswa miskin yang memang berhak mendapatkan beasiswa tersebut, tepat sasaran dan sangat berguna. “Jika sudah begini akan sangat berdampak pada keteladanan guru. Bagaimana bisa mendidik siswa jika gurunya tidak memberikan teladan yang baik,” katanya.

Menurut pria yang sebentar lagi akan mendapatkan gelar doktor tersebut, prinsip pendidikan itu adalah keteladanan. Bukan semata-mata mengajar dan mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada siswa. “Jika gurunya saja tidak diteladani, lantas bagaimana dengan siswanya,” sorot Syarif. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Siti Aisyah

    Sungguh Naif komentar anda sebagai akademisi, anda hanya melihat dari satu sudut pandang, sementara sisi lain dari guru tersebut anda tidak sentuh sama sekali, sementara dari kepala sekolahnya juga sudah membantah berita tersebut tidak benar, dan guru pelapor tersebut dianggap sakit jiwa.
    kamipun berharap proses hukum berjalan dengan cepat sehingga dapat dibuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, apabila guru tersebut terbukti bersalah maka kita setuju dihukum yang setimpal namun apabila tidak terbukti maka pelapor tersebut harus juga dilaporkan balik karena telah menfitnah dan itu bisa diproses secara hukum pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *