Menanti Kepastian Balon Walikota Pilihan DPP Golkar

Kota Bima, Kahaba.- Siapa sosok bakal Walikota Bima yang direstui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk maju dalam Pemilihan Walikota bulan Mei Mendatang masih abu-abu. Kendati demikian terhitung telah tiga orang, diantaranya Ketua DPC Golkar Hj. Fera Amalia, MM, H. Junaidin Ismail, SE dan Subhan HM. Nur, SH, yang telah mengisyaratkan diri hendak mencalonkan diri melalui partai itu.

Pemilihan Walikota Bima - NTB 2013

Pemilihan Walikota Bima – NTB 2013

Politisi Partai Golkar Kota Bima, Alfian Indrawirawan yang ditemui Kahaba pada hari Jumat (3/12/2012) mengungkapkan, sesuai jadwal, DPP akan mengumumkan restunya terkait calon yang akan didukung partai sebagai calon Walikota Bima pada bulan Januari ini. Namun dirinya tidak mengetahui kapan tanggal pasti datangnya surat sakti dari Jakarta itu.

Mencermati dinamika di partainya yang dalam masa penantian keputusan DPP, dimana banyak figur yang muncul dan masing masing mengklaim diri sebagai bakal calon yang akan mewakili partainya, ia menganggap hal ini lumrah-lumrah saja. Namun pastinya, Ketua DPC Golkar memiliki potensi yang sangat besar ketimbang kader lain.

“Wajar saja mereka mengklaim diri. Tapi harus diingat, seberapa besar kontribusi yang sudah mereka berikan untuk partai. Tentu DPP juga tidak menutup mata untuk itu,” tegasnya.

Terkait dengan terlambatnya keputusan dari DPP itu dikeluarkan, menurut politisi yang akrab disapa Pawang ini, secara politik hal itu sedikit banyak akan merugikan partai. Namun untuk mengantisipasi hal itu, diakuinya secara personal pihaknya tetap melakukan konsolidasi untuk memanaskan mesin partai.

Ketika ditanyakan tanggapannya terkait munculnya nama M. Natsir yang digadang-gadangkan sebagai calon pasangan Ketua DPC Golkar  untuk maju dalam perhelatan Pemilukada 2013, Alfian mengaku belum memastikannya. Karena, jangankan mencari seorang wakil sebagai pendamping, keputusan siapa yang bakal mengendarai Golkar pun belum dikeluarkan.

“Secara pribadi saya mendukung H. Natsir mendampingi Ketua DPC Golkar. Pasangan yang tepat, antara birokrasi tulen dengan seorang politisi,” terangnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *