Tegaskan Jadi Calon, Bunda Soesi Mendaftar ke KPUD

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sekian lama berbicara lewat baliho dan sarana publikasi lainnya, Istri mantan Walikota Bima, Kombes Pol. Ir. Raden Roro Soesi Widiarti bersama pasangan wakilnya, M. Rum Saleh, SH secara resmi mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bima pada hari Minggu (6/1) pagi. Pendaftaran ini sekaligus sebagai bentuk ketegasannya untuk maju menjadi calon Walikota Bima 2013-2018 dengan nama pasangan “Noli Bunda Rum”.

Pemilihan Walikota Bima - NTB 2013

Pemilihan Walikota Bima – NTB 2013

Kehadiran Bunda Soesi, sapaan akrabnya, dengan didampingi belasan tim sukses yang sebelumnya bekerja mengumpulkan data base penduduk sebagai syarat maju dalam jalur indepen. Lima bundel besar surat dukungan masyarakat yang diangkut dengan satu unit mobil pick up itu pun diterima langsung oleh ketua KPUD Dra. Hj. Nurfarhati, Msi.

Ketua Tim Sukses pemenangan Noli Bunda Rum, Drs. Ahmad M. Saleh kepada wartawan mengungkapkan, berdasarkan data base jumlah surat dukungan yang berhasil diperoleh sebagai bahan pencalonannya berjumlah sebanyak 12.449 surat dukungan. Jumlah ini tentunya lebih besar dari syarat minimal yang ditetapkan KPUD yaitu hanya 6.5 persen dari jumlah total penduduk atau sekitar 10.000 surat.

Walau demikian lanjut Ahmad, timnya masih menyisakan sekitar 7 ribu surat dukungan warga di posko pemenangan untuk menjaga pencalonan ini tidak terkendala bila KPUD dalam verifikasinya menemukan adanya data dukungan yang tidak valid. “Surat dukungan yang diserahkan ke KPUD ini sengaja dilebihkan untuk menghindari terjadinya kesalahan saat pengumpulan data base dukungan,” ungkapnya.

Ketika Ditanyakan alasan Bunda Soesi maju menggunakan jalur perseorangan, diakui Ahmad hal ini murni merupakan keinginan Bunda sendiri yang ingin maju dalam kancah pemilukada atas dukungan rakyat melalui penyerahan surat dukungan hadir dari ketulusan para pendukungnya.

Lanjut Ahmad, Bunda bertekad maju dalam suksesi kepemimpinan di Kota Bima untuk melanjutkan kembali agenda pembangunan Kota Bima sepeninggal suaminya, Almarhum Noli yang tidak dapat dilanjutkan oleh pemimpin kota sekarang.

Bunda Soesi menggandeng M. Rum Saleh, seorang advokat warga lingkungan Tolobali, Kelurahan Sarae yang merupakan mantan ketua Partai Bintang Reformasi (PBR) Kota Bima. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *