Gelombang Pasang, Warga Desa Sangiang Mengungsi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tiga rumah roboh dan delapan lainnya terpaksa dibongkar menyusul terjangan gelombang pasang di Desa Sangiang Kecamatan Wera sejak Selasa (8/1/2013) lalu. Sementara itu belasan kepala keluarga mengungsi ke tempat tinggi untuk mengindari bencana susulan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Camat Wera, Sulfan Akbar S.Sos yang dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis (10/1/2013) mengungkapkan bahwa terjangan gelombang pasang telah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Daerah yang terdampak meliputi sepanjang pesisir Dusun Sangiang Baru Desa Sangiang yang menjadi pusat pemukiman sekitar 300 kepala keluarga.

Dilaporkan pula, sejak terjangan gelombang besar pada hari pertama tercatat  tiga unit rumah warga yang roboh. Sementara delapan rumah lainnya dibongkar sendiri oleh warga karena mengalami kerusakan akibat posisinya yang dekat dengan pantai. Warga melakukan pembongkaran dikarenakan kuatir akan datangnya terjangan gelombang susulan.

Sulfan juga melaporkan, belasan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Pemerintah Kabupaten Bima melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan tanggap darurat bencana. Para pengungsi juga mendapatkan bantuan tenda darurat, makanan dan kebutuhan darurat lainnya.

Terjangan gelombang pasang ini diperkirakan merupakan dampak cuaca buruk yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara dalam beberapa hari terakhir. BMKG mengeluarkan maklumat untuk mewaspadai hujan yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan akan terus melanda selama beberapa hari kedepan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *