Jamkesmas Salah Sasaran, Warga Mande Demo Lurah

Kota Bima, Kahaba.- Lantaran banyak penerima kartu Jaminan Kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di Kelurahan Mande terindikasi berasal dari kalangan ekonomi mampu, Kamis (10/1/2013) pukul 10.00 wita warga ramai-ramai mendatangi kantor Kelurahan untuk menuntut dilakukannya pendataan dan  verifikasi ulang.

Ilustrasi

Ilustrasi

Salah satu perwakilan warga, Saharudin, S.sos, menuding pihak kelurahan terlibat dibalik banyaknya dari nama-nama pemerima Jamkesmas yang berkategori mampu secara ekonomi. Sebaliknya warga yang memang benar-benar tidak mampu malah tak terakomodir dalam daftar 334 peserta program kesehatan untuk kalangan ekonomi lemah itu.

Selain itu ia menuding proses pendataan dan verifikasi calon penerima kartu yang dilakukan sembunyi-sembunyi tanpa melibatkan petugas Rukun Tetangga (RT) yang notabene lebih mengetahui dan memahami kelayakan warga setempat.

“Nama-nama warga yang mendapatkan  kartu Jamkesmas dan apa syarat warga penerima kartu Jamkesmas tidak pernah disosialisasikan, namun langsung diumumkan melalui pengeras suara,” kata Saharudin.

Karena itu, warga mengultimatum Kelurahan Mande untuk segera membereskan amburadulnya administrasi terkait daftar penerima Jamkesmas itu. Petugas diminta untuk melakukan pendataan ulang dan menarik kembali kartu yang telah dibagikan kepada yang tidak berhak. Warga juga mengancam akan menduduki dan menyegel kantor Lurah jika keinginannya tidak diindahkan.

Sementara Sekretaris Kelurahan (seklur) Kelurahan Mande, A. Rasyid didepan warganya mengatakan untuk proses pendataan dan verifikasi warga penerima kartu Jamkesmas bukan dilakukan oleh pemerintah kelurahan, namun dilakukan langsung oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dan beberapa pihak terkait yang memang tanpa koordinasi dengan jajaran Kelurahan Mande.

Terkait aspirasi pengunjukrasa, Rasyid berjanji segera akan melakukan klarifikasi pada BPS dan instansi terkait kebenaran atas data warga penerima kartu Jamkesmas yang dilansir. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *