Pasar Raya Bima Butuh Pembenahan Serius

Kota Bima, Kahaba.- Kesemrawutan pasar Raya Bima tidak semestinya dibebankan seluruhnya pada pemerintah, namun perilaku pedagang pasar yang membuang sampah semaunya juga menjadi penyebabnya. Selain itu usia bangunan pasar yang telah mencapai 33 tahun sudah saatnya direhab total atau direlokasi ke tempat lain yang secara teknis lebih layak. Demikian penegasan Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima, Suhardin, ST menanggapi pemberitaan terkait joroknya pasar Raya Bima.

Harga daging di pasar Rasa Kota Bima melonjak di bulan Ramadhan / Foto: Kahaba.info

Ilustrasi. Foto: Kahaba.info

Kesadaran para pedagang khususnya di los penjualan ikan pada sisi selatan pasar Raya Bima dinilai menjadi faktor penting yang menyebabkan sampah dan limbah menjadi sajian utama para pengunjung. Kendati telah disediakan beberapa tempat sampah, pedagang lebih memilih membuang sampah semaunya, di saluran drainase, sekitar lapak, bahkan di jalan atau lorong pasar.

Selain hal tersebut, lanjutnya, secara teknis lokasi Pasar raya Bima sudah tidak memenuhi kelayakan sebagai area pasar. Posisi pasar yang lebih rendah dari permukaan laut, bahkan lebih rendah dari badan jalan akan membuat sistem drainase tidak bisa bekerja dengan baik.

“Kondisinya teknis seperti itu, sehingga musim hujan akan menjadi ancaman terbesar pasar Raya. Apalagi kalau musim pasang datang, pasti drainasenya akan kebanjiran,” ujarnya pada Kahaba ketika ditemui di kantornya Kamis (10/1/2013).

Dengan pertimbangan tersebut, Suhardin menilai sudah saatnya pusat perekonomian kota ini dibenahi secara serius. Solusi menurutnya, harus dilakukan rehab total dengan cara menambah tinggi areal pasar atau melakukan relokasi dengan mencari lahan lain yang lebih memenuhi syarat secara teknis.

Apalagi pasar Raya Bima dibangun sejak tahun 1980, tentunya diperlukan penyesuaian infrastruktur untuk menunjang laju pertumbuhan sosial ekonomi Kota Bima yang semakin pesat. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *