Uang Rehab Dibawa Lari, Tanggung Jawab Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Karena sudah diswakelolakan, maka segala bentuk permasalahan dalam pekerjaan rehab bangunan kelas menjadi tanggungjawab sekolah bersangkutan. Termasuk permasalahan dibawa larinya uang uang belanja material sejumlah Rp 20 juta oleh oknum panitia rehab dua lokal kelas di SDN 07 Kota Bima.

ilustrasi /foto:vivanews

Ilustrasi. Foto: vivanews

Demikian penegasan Sekretaris Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, MAP kepada Kahaba ketika dimintai tanggapannya terhadap masalah itu. Diwawancarai di ruang kerjanya Selasa (15/1/2013) pagi, ia melanjutkan, Dikpora telah mengingatkan dalam beberapa kali kesempatan pertemuan dengan pihak sekolah agar  memilih orang yang mau bekerja dan jujur dalam kepanitiaan rehab. “Saya sudah wanti-wanti sejak awal, pilih orang benar. Jika sudah begini, sekolah yang akhirnya repot,” tukasnya.

Lanjut Alwi, Dinas menyerahkan sepenuhnya penyelesaian permasalahan dengan panitia rehab kepada pihak sekolah, termasuk rencana Kepala Sekolah SDN 07 Kota Bima yang ingin mempolisikan oknum panitia itu.

“Itukan sudah jelas dalam aturannya, pekerjaan itu menjadi swakelola sekolah. Dinas hanya mengharapkan agar sekolah secepatnya menyerahkan SPJ pekerjaan tersebut,” sambungnya.

Alwi juga menyesalkan terjadinya hal tersebut, lebih-lebih dikarenakan mandegnya pembangunan dua lokal kelas akan berimbas pada pada proses belajar siswa. “Kasihan siswa. Mereka tentu akan belajar dengan kondisi yang tidak representatif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 07 Kota Bima H. Mukhtar H. Ahmad SPd yang dihubungi mengaku jika oknum panitia itu sudah membelanjakan bahan bangunan rehab dua lokal ruangan tersebut. hanya saja, yang bersangkutan belum bisa ditemui. “Bahan bangunannya sudah ada di sekolah. Kami juga sudah mulai melaksanakan pekerjaannya. Tapi oknum itu belum bertatap muka dengan kami,” ujarnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *