Pemerkosa Belum Ditangkap, Guru Takut Mengajar

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan guru SMPN 15 Kota Bima memilih mogok mengajar akibat belum ditangkapnya AM (27), pelaku pencabulan dengan kekerasan terhadap salah seorang guru honorer di sekolah itu. Melalui Kepala Sekolah, para guru mendesak polisi segera menangkap pelaku agar mereka dapat kembali menjalankan tugasnya tanpa rasa ketakutan.

Ilustrasi. Foto: tribunnews.com

Ilustrasi. Foto: tribunnews.com

Kepsek SMPN 15 Kota Bima, Drs. H. Hafid Ibrahim, Msi  yang dihubungi Selasa (15/1) pagi mengatakan, sebelumnya memang terjadi aksi mogok mengajar yang dilakukan para staf pengajar di sekolah itu. Para guru, mengaku masih merasa trauma dengan kejadian pemerkosaan disertai kekerasan yang menimpa salah satu guru, apalagi pelaku diketahui masih bebas berkeliaran. Selain itu, aksi mogok juga sebagai bentuk solidaritas para guru atas insiden yang menimpa rekan sejawatnya.

Keresahan guru dirasakannya cukup beralasan, mengingat lokasi sekolah yang memang jauh dari pemukiman warga. Pelaku yang merupakan oknum penjaga sekolah itu dikhawatirkan kembali ke tempat kejadian dan akan membahayakan keselamatan para guru dan pegawai lainnya di sekolah.

Terkait nasib para siswa pasca mogoknya staf pengajar, H. Hafid mengaku walaupun masih trauma, namun satu persatu guru yang yang mogok telah kembali mengajar. Kendati demikian, diakuinya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) belum berjalan secara maksimal seiring belum jelasnya hasil kerja polisi dalam kasus itu.”Walaupun mogok, guru tetap memikirkan nasib siswa. Karena alasan itu pula sebagian guru sudah mulai masuk mengajar,” ujarnya.

Kepada Pemerintah Kota Bima atau instansi terkait, H. Hafid berharap dapat memikirkan nasib korban yang saat ini begitu terpukul atas kejadian menimpanya. Pemerintah diharapnya memberikan kebijakan para korban untuk dipindahkan tugaskan pada sekolah yang lebih dekat, agar sedikit mengurangi beban psikologis yang dialami korban. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *