Mengedukasi Lewat Festival Lagu Anak Bima

Kota Bima, Kahaba.- Langkanya peredaran lagu yang dikhususkan untuk anak-anak menjadi keprihatinan tersendiri. Anak-anak pun terpaksa untuk mendengar dan menyanyikan lagu untuk orang dewasa yang sarat akan nuansa percintaan, selingkuh, bahkan berlirik ‘dewasa’ yang akan berdampak negatif bagi psikologi dan pertumbuhannya.

Festival

Festival Lagu Anak Bima 2013

Hal ini pula lah yang mendasari digelarnya Festival Lagu Anak Bima 2013 di Museum Asi Mbojo pada hari Sabtu (19/1/2013) pagi. Kegiatan yang diikuti oleh 85 siswa-siswi SD dari 16 kecamatan se-Kabupaten Bima ini berlangsung meriah. Sejak dimulai pada pukul 9.00 Wita, para peserta begitu atraktif menunjukkan kebolehannya dalam menari dan menyanyi dalam balutan busana tradisional Bima.

Gilar Cahya Nirmaya, ketua panitia Festival Lagu Anak Bima 2013 mengungkapkan, anak-anak sekarang lebih memilih menyanyikan ‘lagu orang dewasa’ baik lagu Indonesia maupun daerah. Hal ini dikatakannya disebabkan karena lagu bertemakan cinta ‘dewasa’ itu lebih mudah didapatkan setiap hari dibandingkan lagu anak-anak. Padahal, lagu-lagu tersebut menurutnya tidak jarang berisi muatan-muatan yang tidak mendidik dan tidak sehat untuk psikologi anak-anak.

Festival yang diadakan oleh para pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar penempatan Kabupaten Bima dengan menggandeng Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora)  serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bima ini bertujuan untuk menggalang kesadaran seluruh elemen masyarakat, khususnya di dunia pendidikan untuk mempopulerkan kembali lagu anak-anak.

Kabid Pendidikan Dasar Dikpora Kabupaten Bima, Basyirun H. Jaharudin, S.Pd, M.Pd yang ditemui di tempat yang sama mengungkapkan apresiasi atas digelarnya kegiatan seni dan budaya untuk pelajar SD itu. Dikatakannya, lagu-lagu bisa menjadi media efektif dalam mengedukasi anak-anak, sehingga sangat disayangkan kalau justru menjadi negatif dengan banyaknya lagu-lagu dewasa yang dikonsumsi anak usia sekolah.

“Selain dapat menggerakkan anak-anak Bima mencintai lagu yang bersifat edukatif dan mudah dipahami sesuai usianya, kontes bernyanyi dan menari dengan lagu anak-anak berbahasa Bima ini diharapkan dapat mendorong kecintaan anak-anak terhadap seni dan budayanya sendiri,” ujarnya.

Basyirun menambahkan, Dikpora Kabupaten Bima telah membagikan membagikan sekitar 500 VCD lagu anak berbahasa Bima pada seluruh sekolah di Kabupaten Bima dan tertarik untuk menggelar acara festival seperti ini setiap tahunnya. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *