Aset Koperasi Obor Mencapai 6,7 Milyar

Kota Bima, Kahaba.- Ukuran kesuksesan sebuah badan koperasi juga diukur dari perkembangan modal dan asetnya. Sejak didirikan tahun 1968 silam, koperasi ‘OBOR’ yang beranggotakan sejumlah guru PNS yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bima telah memiliki anggota sebanyak 734 orang dan simpanan sebesar Rp 6,7 Miliar.

Koperasi OBOR gelar RAT

KPN-RI OBOR gelar Rapat Anggota Tahunan

Hal ini terungkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi – RI ‘Obor’ di Convention Hall Paruga Nae pada Sabtu (19/1) lalu. Drs. Hasnun Daud yang menjabat ketua koperasi itu dalam laporan pertanggungjawabannya mengatakan, sejak koperasi tersebut didirikan pada tahun 1968 lalu dengan anggota awal 60 orang, simpanan wajib Rp 500 rupiah dan simpanan pokok Rp 10 rupiah, koperasi ini telah berkembang pesat. “Dulu memang tidak memiliki banyak anggota dan simpanan. Namun perkembangannya dari tahun ke tahun cukup signifikan,” katanya.

Seiring berjalannya waktu dan pergantian pucuk pimpinan koperasi, kini anggota koperasi ‘Obor’ berjumlah 734 orang. Sedangkan simpanan pokok Rp25 ribu, simpanan wajib sebanyak Rp50 ribu perbulan. “Alhamdulillah, hingga tahun buku ini jumlah simpanan sekarang sudah mencapai 6,7 miliar,” ungkapnya dalam RAT yang dihadiri oleh Walikota Bima tersebut.

Ia melanjutkan, dulu koperasi yang dimaksud bernama KPN – RI ‘Obor’, namun sekarang diganti dengan KP-RI ‘Obor’. Jika dulu yang bisa menjadi anggota hanya PNS, tapi sekarang bisa untuk non PNS. “Kendati nama koperasi sudah berganti, tapi yang non PNS belum ada yang mendaftar,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin dalam sambutannya mengatakan, Koperasi “Obor” sebagai salah satu dari sekian banyak koperasi yang ada, memiliki tanggungjawab yang besar untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, yang diawali dengan kesejahteraan anggota dan tentunya diawali dengan pengelolaan yang amanah. Karena pada dasarnya koperasi memiliki manfaat ganda, yakni manfaat ekonomi dan manfat sosial.  “Kegiatan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi melayani dengan baik keperluan anggota,” jelasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *