Lalaikan Pasien Rujukan, RSUD Bima dan Dikes Kota Ditegur

Kota Bima, Kahaba.- RSUD Bima dan Dinas Kesehatan Kota Bima mendapatkan surat teguran dari RS Mataram. Kedua instansi ini dinilai lalai karena telah melakukan rujukan pasien bersalin ke Mataram tanpa ditemani oleh seorangpun bidan. Sang pasien pun akhirnya melahirkan di jalan depan Rumah Sakit Mataram.

Ilustrasi

Ilustrasi

Berdasarkan penelusuran Kahaba, teguran ini dikaitkan dengan insiden dimana seorang pasien bersalin yang tak bisa ditangani oleh salah seorang dokter RSUD Bima sehingga harus di rujuk ke RS Mataram. Ironisnya, sang pasien yang dibawa dengan mobil ambulans milik Dikes Kota Bima itu malah melahirkan di jalan depan RS Mataram tanpa didampingi oleh seorang pun bidan.

Karena hal itu, RS Mataram pun melayangkan teguran secara tertulis kepada kedua institusi yang dinilai bertanggung jawab terhadap kebijakan inprosedural yang merujuk pasien gawat darurat tanpa ditemani oleh tenaga medis untuk  mengontrol dan melakukan tindakan darurat selama perjalanan pasien.

Menjawab hal itu, dr. H. Sucipto selaku Humas RSUD Bima yang ditemui Senin (19/1/2013) mengakui pihaknya telah menerima surat teguran itu. Namun ia berkilah, pasien yang yang dimaksud bukanlah pasien dari RSUD Bima.

“Pasien yang dimaksud merupakan warga Kota Bima yang ditangani oleh salah seorang dokter. Ia mendapatkan rekomendasi dari Dikes Kota dan berangkat menggunakan mobil Ambulans Kota Bima. Jadi bidan yang harusnya mendampingi adalah bidan yang ada di Kota Bima,” tuturnya.

Senada dengan itu, Direktur RSUD Bima, dr. H. Ali  mengatakan, pada saat pasien tersebut di rujuk oleh salah seorang dokter kandungan, Dikes Kota Bima menyanggupi untuk menyediakan mobil ambulans beserta tenaga medisnya. “Setelah saya hubungi Kepala Dikes Kota dr. Agus Dwi Pitono MARS, dia sudah menyuruh salah seorang bidan untuk ikut, tapi yang bersangkutan tidak berangkat,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dikes Kota dr. Agus Dwi Pitono MARS yang ditemui menjelaskan, setelah mendapatkan rujukan dari dokter yang menangani pasien itu, pihaknya kemudian memperbolehkan untuk menggunakan mobil Ambulans milik Dikes Kota. Bahkan sudah menandatangani surat keberangkatan bidan yang akan mendampingi.

“Bidan nya sudah kita tunjuk. Mestinya sore hari itu bidan yang sudah disuruh berangkat. Namun bidan tersebut beralasan boleh tidak didampingi karena belum ada tanda melahirkan,” katanya.

Mengenai anggaran, Kata dr. Agus, pihaknya sudah mempersiapkan untuk tenaga medis yang berangkat mendampingi pasien rujukan. “Anggarannya ada dan sudah disiapkan,” akunya.

Menurut Agus, mestinya yang merujuk berangkat ke RS Mataram itu RSUD Bima, karena Kota Bima belum memiliki RSUD. “Ini miskomunikasi. Kita juga membahas persoalan ini dengan pihak RSUD Bima. dan memastikan peristiwa seperti ini tak terjadi lagi,” terangnya.

Terkait surat teguran, ia mengaku sudah terima surat itu, bahkan sudah ditindaklanjuti. “Bidan juga sudah kita panggil untuk diberikan pembinaan,” tambahnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Jumratul Islamiyati

    waaah..payah bgt ni tenaga medis (bidan) di Bima.ni cntoh buruk yg dpt merusak citra tenaga medis lainnya. Perlu diberikan platihan dan pngemaangan diri lebh lanjt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *