Firdaus Tuding Provokator Tunggangi Demo Mahasiswa STIE

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima Firdaus, SE menuding adanya provokator dibalik aksi demo mahasiswanya yang mempersoalkan status akreditasi kemarin. Selain itu ia menjanjikan, status akreditasi kampus itu akan terbit pada tahun 2013 ini.

Ilustrasi

Ilustrasi

Firdaus menduga, aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir di STIE Bima bukanlah murni berdasarkan tuntutan nurani mahasiswanya. Diakuinya, pihaknya telah mengidentifikasi ada oknum yang sepenuhnya bertanggungjawab dibalik terjadinya aksi tersebut. “Ya orang dalam lah massa orang luar,” ujarnya lewat telepon pada hari Selasa (22/1/2013).

Para mahasiswa yang menggelar aksi demo tersebut, dikatakannya merupakan mahasiswa yang notabene bermasalah secara akademik. “Mereka adalah mahasiswa yang selama ini diketahui bermasalah secara akedemik, dalam hal nilai maupun tingkat kehadiran dalam perkuliahan. Karena itu mereka memilih menggelar aksi demo,” tudingnya.

Kemudian mengenai tidak diterimanya ijazah jebolan STIE untuk melamar pekerjaan, Firdaus menilai informasi itu tidak benar. Bahkan Firdaus menantang orang yang mengatakan hal itu untuk membuktikannya melalui peraturan dan ketentuan resmi. “Tidak ada aturan yang melarang dan membatasi ijazah dari kampus yang telah memiliki ijin operasional yang sah,” pungkasnya.

Kepada para mahasiswanya, Firdaus menyakinkan status akreditasi STIE Bima akan terbit pada tahun 2013 ini. Saat ini dirinya tengah berada di Mataram untuk bertemu dengan sejumlah pejabat Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mengurusnya. “Untuk mendapatkan status terakreditasi butuh waktu dan proses yang tidak mudah. Karena segala syarat dan kelengkapan telah dipenuhi, maka dalam waktu dekat status terakreditasi tersebut akan segera terbit,” janjinya. [EM*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *