Pupuk Langka Karena Gangguan Distribusi Produsen

Kota Bima,  Kahaba.- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Kabupaten Bima membantah pihaknya tidak melakukakan pengawasan distribusi pupuk kepada para petani. Langkanya pupuk di Bima ditengarai akibat rantai distribusi dari produsen pupuk ke distributor resmi terganggu.

Ilustrasi

Ilustrasi

Disperindag Kabupaten Bima melalui Kabid Perdagangan,Drs. Hijri mengaku instansi tersebut terus melakukan pengawasan terhadap distribusi pupuk. Dari kerja pengawasan itu diketahui tidak ada kenaikan harga pupuk yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

 “Hanya kekurangan pasokan saja,  yang terjadi. Walaupun demikian tuntutan dalam unjuk rasa warga kemarin untuk melakukan pantauan akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Stok pupuk dari bulan desember 2012 sampai januari 2013 Bima mengalami kekuranga stok karena telambatnya pendistribusian dari pihak produsen yaitu Pupuk Kalimantan Timur (PKT). “Yang seharusnya pada bulan januari 2013 didrop pupuk sebanyak 600 ton kenyataannya baru didatangkan sebanyak 500 ton,” paparnya.

Akibat keterlambatan pasokan dari PKT, proses pendistribusian pupuk ke sejumlah distributor dan pengecer ikut terganggu. Namun Disperindag Kabupaten Bima memberikan jaminan bahwa keterlambatan tersebut telah diatasi. Dua hari terakhir telah dilakukan pendistribusian pada sejumlah wilayah yang sangat membutuhkan pupuk.

Walaupun stok pupuk terbatas, kata Hijri, khusus untuk harga pupuk bersubsidi tidak boleh naik dari HET. Mengenai sejumlah oknum yang menjual pupuk diatas HET, akan ditindaklanjuti kebenarannya.

Kalaupun benar untuk langkah awal sesuai aturan akan dilakukan peneguran secara tertulis. “Bila memang tidak mengindahkan teguran tentunya sanksi pencabutan dapat dilakukan kepada pengecer yang nekat tetap menjual pupuk bersubsidi diatas HET,” pungkasnya.

Kelangkaan dan peningkatan harga pupuk yang sampai ke tangan petani beberapa bulan terakhir membuat masyarakat mempertanyakan kinerja Disperindag dalam mengawasi dan menjamin ketersediaan pupuk di pasar. Sebelumnya, pada hari Kamis (24/1/2013) puluhan warga Desa Renda  Rabu pagi mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bima guna menuntut pemerintah menjamin ketersediaan pupuk untuk rakyat. Para petani itu juga menuding salah seorang Anggota DPRD setempat ikut ‘bermain’ ditengah kelangkaan pupuk di pasar. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *