Terduga Teroris, Mantan PNS Pemkot Bima

Kota Bima, Kahaba.- Sosok dokter gigi YA, terduga kasus terorisme yang diringkus Datasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, sore Jum’at kemarin (13/4) ternyata mantan seorang Pegawai Negeri Sipil. Dari keterangan tetangga maupun warga sekitar, drg. YA dulunya mengabdi di Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima namun telah mengundurkan diri, entah apa sebabnya.

Densus 88 menangkap terduga teroris (ilustrasi) / sumber gambar: tribunnews.com

Nama dan sosok drg. YA, tidak begitu asing bagi masyarakat, karena memang sudah bertahun-tahun beliau membuka praktek di Kota Bima, dan pernah menjadi bagian aparatur di Pemerintah kota Bima. Di telinga masyarakat, YA merupakan salah satu dokter gigi terbaik yang ada di Kota Bima sehingga tempat praktek nya biasa ramai dikunjungi pasien.

Namun, setelah kepindahan beliau dari Jalan Soekarno-Hatta (di samping  Kantor RRI Bima) ke kediaman pribadinya sekarang di Jalan Datuk Di Banta masih di Kelurahan yang sama (Pane, red), Kehidupan drg. YA mulai jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, walau  dalam pembawaan dan perawakannya dianggap biasa, tak ada kejanggalan, apalagi bisa dikaitkan dengan teroris, ungkap Samsul tetangga drg. YA.

Kepala Kelurahan Pane, Yusuf Ismail, SH yang ditemui Kahaba, mengakui bahwa dirinya ketika dilakukan penangkapan terhadap drg. YA tak mengetahui secara langsung kejadian tersebut. Ia mengaku, dirinya  mengetahui penangkapan dari informasi yang disampaikan warga beberapa saat setelah kejadian.

”Saya tidak tahu dan merasa kaget mendengar drg. YA ditangkap oleh Densus 88, apalagi terkait kasus terorisme,” ujarnya.

Dalam pandangan Lurah Pane pun, drg. YA diakui jarang bersosialisasi dengan warga sekitar, namun bila bertemu, sikapnya wajar dan biasa seperti warga yang lain dalam bertutur sapa.

Rumor seringnya kediaman drg. YA untuk dijadikan tempat pengajian kelompok tertentu, di bantah  oleh Yusuf.

“drg. YA, telah lama menjadi warga kelurahan Pane, bahkan sebelum pemisahan antara kelurahan Pane dan Nae. Dan sepengetahuan saya, tidak ada pengajian di kediaman drg. YA. Kehidupan beliau biasa-biasa saja, walau jarang bersosialisasi, tapi tak ada hal aneh, kenapa terlibat kasus terorisme,” herannya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *