Siswi SMPN 2 Kobi Kesurupan Massal Saat Upacara

Kota Bima, Kahaba.- Upacara bendera yang rutin dilaksanakan di SMPN 2 Kota Bima, Senin (28/1/2013) pagi mendadak geger. Satu persatu siswi berteriak dan tak sadarkan diri saat kegiatan itu tengah berlangsung. Tercatat sebelas orang siswi harus ditangani khusus oleh para guru itu akibat kesurupan massal yang melanda.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wakil Kepala Sekolah Bagian Hubungan Masyarakat (Wakasek humas) SMPN 2 Kota Bima Abubakar mengatakan, insiden yang terjadi saat upacara itu dimulai dari seorang siswi yang  tiba-tiba dari dalam barisan berteriak histeris. Kemudian pada saat siswi itu ditolong oleh sejumlah teman dan guru-guru, sejumlah siswi lainnya juga ikut berteriak.

Abubakar mencatat, jumlah keseluruhan siswi yang  kesurupan adalah sebanyak 11 orang yang berasal dari beberapa kelas yang berbeda. Mereka kemudian dibawa ke ruang guru, ruang BK dan UKS. Di ruangan tersebut para siswi itu diberikan pertolongan  pertama oleh para guru.

“Pada saat kami bacakan ayat-ayat Al Quran. Ada yang  sadar, tapi kemudian kembali berteriak dan kerasukan lagi,” papar Abubakar.

Selanjutnya pada pukul 9.00 WITA para siswi yang kerasukan itu dipulangkan kerumahnya masing-masing setelah pihak sekolah menghubungi pihak keluarga untuk menjemputnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Bima, Drs. H. Jailan, SPd yang dihubungi di sekolah itu mengatakan, fenomena kesurupan yang melanda sebelas orang anak didiknya jangan langsung disangkut-pautkan dengan hal gaib. Walaupun ia mengakui percaya dengan hal tersebut, tetapi itu bukan satu-satunya nya hal yang melatarbelakangi.

Lanjutnya, bisa jadi faktor daya tahan tubuh para siswi yang sedang melakukan upacara bendera itu yang menyebabkan hal itu terjadi. Karena menururtnya, bisa saja siswi yang  kesurupan itu tidak sarapan pagi atau sedang sakit. “Kami sudah mengimbau orang tua mereka untuk menyuruh anak-anaknya sarapan sebelum berangkat ke sekolah,” ungkapnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *