Akibat Banjir, Sawah di Dodu Terancam Gagal Panen

Kota Bima, Kahaba.- Sekitar Tujuh hektar areal pertanian di Kelurahan Dodu Kota Bima terancam gagal panen (puso), setelah banjir besar merendam sejak Selasa (30/1/2013) sore. Selain itu, banjir yang memasuki area pemukiman penduduk turut merendam 12 unit rumah warga.

Akibat Banjir, Petani Rugi Puluhan Miliar

Banjir Bandang di Kabupaten Bima Menyapu Bersih Tanaman Yang Siap Panen

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, luasan areal pertanian yang tergenang banjir seluas tujuh hektar, dimana dua hektar diantaranya mengalami rusak berat bahkan terancam gagal panen. Sementara itu lima hektar lainnya masih dapat diselamatkan.

Persawahan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang pada umumnya berupa lahan yang baru empat sampai lima minggu ditanami. Untuk menentukan besarnya kerugian petani akibat banjir yang terjadi saat ini petugas masih melakukan pendataan

“Diperkirakan kerugian petani akibat kerusakan Rp 8 juta per hektar,” kata Kadis Pertanian dan Peternakan Kota Bima Ir. Syamsudin.

Atas kerugian para petani tersebut, Dispertanak Kota Bima akan memberikan bantuan bibit pada musim tanam berikutnya. Namun diakuinya, untuk bantuan jangka pendek pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD agar para korban banjir bisa mendapatkan santunan terutama para petani yang mengalami kerusakan berat pada tanamannya.

Banjir yang datang secara tiba-tiba itu tak ayal membuat sejumlah warga panik. Genangan air bercampur lumpur setinggi lutut orang dewasa juga melumpuhkan arus lalu lintas di jalan utama kelurahan yang juga menjadi jalur alternatif Bima – Wawo ini. Bahkan tembok pagar di SDN 18 sampai roboh akibat derasnya terjangan banjir.

Selain bencana banjir yang terjadi, selang beberapa jam juga terjadi longsor dikawasan Kelurahan Lampe, akibat longsor yang terjadi sampai membuat arus lalu lintas juga terganggu karena longsoran tanah yang menutup jalan raya. Namun beberapa saat setelah kejadian, alat berat yang dikerahkan kemudian berhasil menyingkirkan material tanah dari badan jalan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *