Tak Bisa Direhab, Pemkot Siapkan Lokasi Pasar Baru

Kota Bima, Kahaba.- Tuntutan untuk merenovasi Pasar Raya Kota Bima yang disuarakan oleh para demonstran beberapa hari kemarin, rupanya  tak bisa direalisasikan Pemerintah Kota Bima. Pasalnya, selain los tengah yang dibangun pemerintah, secara keseluruhan pasar yang kini dalam kondisi jorok dan kotor itu diketahui dibawah kepemilikan pihak swasta. Sebagai solusi, Pemerintah menjanjikan akan segera membangun pasar lain yang lebih representatif.

Harga daging di pasar Rasa Kota Bima melonjak di bulan Ramadhan / Foto: Kahaba.info

Pedagang tradisional di Pasar Raya Kota Bima. Foto: Kahaba.info

Pemerintah Kota Bima sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Kota Bima, M. Ihya Ghazali, S.Sos mengungkapkan bahwa pasar yang menjadi sorotan akibat tidak representatifnya dipergunakan itu merupakan milik swasta.

Karenanya, renovasi total pasar seperti yang diharapkan para demonstran yang berunjukrasa di perempatan lampu lalu lintas Pasar Raya Kota Bima kemarin dikatakannya sulit terwujud

“Berdasarkan kepemilikan, bangunan pasar Raya Bima itu masih milik swasta. Pemerintah hanya menguasai los tengah saja,”paparnya, Kamis (31/1/2013) pagi.

Lebih lanjut disampaikannya, kendati tidak bisa merehab bangunan pasar, tuntutan demonstran untuk melakukan perbaikan jalan dan lorong di dalam pasar sudah seiring dengan rencana pemerintah yang pada tahun ini. Jalan dan gang termasuk termasuk di luar pasar akan di-hotmix secara bertahap sejak tahun anggaran 2013 ini.

“Masih ditender, secepatnya setelah tender selesai, sekitar 80 persen jalan dan gang nanti akan di aspal dan di-hotmix. Sisanya 20 persen akan dilanjutkan pada tahun 2014 nanti,” terangnya.

Selain pembenahan jalan pasar, Pemerintah Kota Bima tahun ini juga berupaya membangun pasar baru yang lebih representatif. Ghazali mengungkapkan, pembangunan pasar baru tersebut direncanakan akan mengambil tempat di sekitar wilayah Amahami, atau tepatnya di tempat pembangunan terminal AKAP pernah direncanakan.

“Luasnya lima hektar, jadi akan sangat representative lah untuk dibangun pasar yang nyaman,” tambahnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *