Penatoi dan Penaraga Bentrok, Empat Warga Luka

Kota Bima, Kahaba.- Dua kelurahan bertetangga, Penatoi dan Penaraga kembali terlibat bentrok pada Minggu (3/2/2013). Setidaknya empat orang terluka dan dirawat di RS PKU Muhamadiyah akibat terkena batu dan panah dalam perseteruan pada pagi buta itu.

Perang penatoi penaraga

Warga dua kelurahan bertetangga di Kota Bima terlibat bentrok. Foto: Kahaba

Sekitar  pukul 1.30 Wita, kedua kelompok massa yang masing-masing bersenjatakan batu, panah, dan senjata tajam lainnya itu saling serang di jembatan yang menjadi perbatasan dua kampung. Bahkan berdasarkan kesaksian sejumlah warga, juga terdengar letusan senjata api yang diduga berjenis rakitan.

Akibatnya sejumlah warga harus dilarikan ke RS PKU Muhamadiyah karena luka serius yang diderita. Di RS PKU muhamadiyah dilaporkan empat orang, yaitu: Andri Fuad (19) yang terkena panah di punggung bagian kiri, Kahar Muzakir (25) mengalami luka akibat terkena panah pada bagian dada, Firman (22) terluka pada bagian mata akibat terkena batu. Sementara itu Arif (30) terpaksa dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di Mataram akibat terkena batu pada bagian kepala. Sementara itu korban dari kubu Penaraga belum bisa dipastikan.

Sejumlah rumah yang berada di pinggir jalan Soekarno Hatta dan Pemuda juga dilaporkan mengalami kerusakan karena menjadi sasaran lemparan batu. Bahkan sebuah rombong pedagang kaki lima dibakar oleh salah satu kelompok massa.

Polisi yang sebelumnya diturunkan untuk menjaga perbatasan kedua kelurahan tidak bisa berbuat banyak mengatasi massa yang agresif melakukan penyerangan. Sejumlah tembakan peringatan yang dilakukan tidak dihiraukan oleh kedua kubu. Lemparan batu dan kaca semakin sering terjadi, bahkan juga diarahkan kepada puluhan aparat keamanan yang mencoba melerai kerumunan itu.

Perang penatoi penaraga

Sisa-sisa bentrokan masih teronggok di jalan. Foto: Kahaba

Lurah Penatoi M. Rifaid kepada Kahaba mengungkapkan, serangan dari Kelurahan Penaraga pada  dini hari tadi merupakan konflik terbuka yang kesekian kalinya terjadi. Mengenai penyebab bentrokan, ia mengaku tidak tahu pasti.

“Yang jelas, sehari sebelumnya pada jam dan tempat yang sama, warga Kelurahan Penatoi juga mendapatkan serangan tiba-tiba dari sejumlah warga Kelurahan Penaraga, namun cepat diantisipasi petugas polisi,” tuturnya.

Sementara itu, pada hari ini (3/2/2013) ia mengaku, dirinya dan sejumlah tokoh masyarakat dari dua Kelurahan yang terlibat pertikaian akan memenuhi undangan Kapolres untuk bertemu di Mapolres Bima Kota. Dalam pertemuan itu akan dibahas dan dirumuskan langkah perdamaian (islah) antar kedua kelurahan yang bertetangga. “Hari ini Insya Allah, semoga akan menuju ke islah antar warga,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, polisi dengan senjata lengkap masih terlihat di kedua wilayah kelurahan yang bertikai. Sekitar wilayah jembatan Penatoi yang menjadi lokasi bentrokan yang ditutup aparat, pada pukul 13.00 Wita telah dibuka. Bekas-bekas bentrokan yang mengotori jalan arteri Kota Bima itu juga tengah dibersihkan oleh pihak terkait untuk memberikan rasa aman pada para pengguna jalan yang melintas. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *