Penatoi dan Penaraga Islah

Kota Bima, Kahaba.- Bentrok masa yang berlangsung pada dua malam terakhir sejak hari Jum’at (1/2/2013) lalu dan menimbulkan sejumlah korban luka, akhirnya berujung pada perdamaian kedua belah pihak.

Perang penatoi penaraga

Sisa bentrokan antar warga memenuhi sejumlah jalan

Dalam pertemuan tokoh masyarakat dari kedua kelurahan yang bertikai di Polres Bima-Kota yang dihadiri pula oleh Wakil Walikota (Wawali) Bima, H. Arahman H, Abidin, Kapolres Bima-Kota AKBP Kumbul KS, S.Ik dan Dandim 1608 Letkol Inf. Tommi Fery, dan sejumlah Lurah dan Camat, disepakati penghentian konflik antar warga sejak hari Minggu (3/2/2013) pagi.

Beberapa aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini telah disadari oleh kedua belah pihak, baik warga Kelurahan Penatoi maupun Penaraga telah banyak membuat kerugian. Selain korban luka dan kerusakan rumah yang dialami warga, jalinan silaturahim dan ukhuwah antar manusia juga tercoreng dengan rentetan aksi penyerangan yang terjadi.

Wawali Kota Bima, H. Arahman H, Abidin kepada kedua warga mengingatkan untuk tidak mudah terprofokasi dalam setiap masalah yang muncul, apalagi kemudian karena masalah individe dibawa-bawa menjadi masalah yang general. H. Man sapaan akrab Wawali mengharapkan kepada warga untuk setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan cara silaturahim atau diserahkan pada proses hukum yang berlaku.

Namun H, Man memberikan apresiasi kepada kedua warga yang sudah dengan besar hati segera mengambil sikap untuk berdamai dalam rangka menyelesaikan konflik yang terjadi. Hanya orang yang berbesar hati dan bijak yang begitu cepat tanggap untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

Juga H.Man menyampaikan ucapan terimakasih kepada tokoh masyarakat dan muda yang hadir, sudah berbesar hari, dari awal pertemuan sampai akhirnya disepakati untuk bersadamai sudah saling menyampaikan pendapatan dengan santun. Oleh karena itu, H. Man berjanji untuk lebih membangun silaturahim kembali warga lebih lanjut akan diadakan pertemuan dikantor waliktoa Bima sebagai sebuah bentuk ketegasan kedua warga.

Kapolres Bima-Kota AKBP. Kumbul KS, Sik berjanji kepada warga untuk otak pelaku pembacokan sudah menjadi kewajiban pihaknya menangkap pelaku, pelaku sampai saat ini masih dicari namun yang pasti polisi akan menegakan hukum sesuai aturan. Apalagi masalah yang besar seperti saat in, walaupun demikian, Kumbul berharap untuk saat ini warga bersama fokus berdamai masalah menangkap pelaku pasti akan ditangkap itu sudah merupakan tugas dan kewajiban polisi.

Pantauan Kahaba, usai menggelar pertemuan dan menyepakati damai bersama Wawali Bima, Kapolres Bima-Kota, Dandim 1608, Lurah dan warga yang hadir dalam pertemuan kemudian melakukan gotong royong membersihkan jalan dilokasi dari material sisa bentrokan.

Berdasarkan data terakhir, bentrok yang terjadi menyebabkan tiga warga Penaraga mengalami luka cukup serius, diantaranya Endi (20) mengalami luka tembak dibagian tangan kanan tertembus peluru, sementara Agus Alias Abeng mengalami luka akibat tertembus panah pada bagian tangan begitu satu rekannya yang lain. Ketiga korban saat kejadian langsung dilarikan keruang IGD RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara dari Kelurahan Penatoi selain empat orang yang telah dirawat jalan, dilaporkan empat orang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit, yaitu: Andri Fuad (19) yang terkena panah di punggung bagian kiri, Kahar Muzakir (25) mengalami luka akibat terkena panah pada bagian dada, Firman (22) terluka pada bagian mata akibat terkena batu. Ketiganya masih dirawat di PKU Muhamadiyah. Sementara itu Arif (30) terpaksa dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di Mataram akibat terkena batu pada bagian kepala. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *