Sujud Tinggal Menunggu Rekomendasi DPP PPP

Kota Bima, Kahaba.- DPC PPP Kota Bima akhirnya menentukan pilihan terkait perhelatan Pemilukada Kota Bima bulan Mei mendatang. Meski terkesan telat, Ketua DPC PPP Kota Bima, Taufik H. A. Karim menegaskan  akan mendukung pasangan dr. H. Sucipto dan Drs. H. Junaidin (Sujud). Deklarasi dan Pendaftaran pasangan ini pun akan dilakukan secepatnya setelah rekomendasi DPP keluar menyusul PKS dan Hanura yang sebelumnya telah siap.

Pemilihan Walikota Bima - NTB 2013

Pemilihan Walikota Bima – NTB 2013

Taufik yang dihubungi via celuler mengatakan, saat ini dirinya sedang berada di Jakarta untuk menunggu keluarnya surat rekomendasi dari DPP PPP untuk pasangan Sujud. Jika tak ada hambatan, surat sakti tersebut dikatakannya akan diterimanya pada hari Senin (4/2/2013) kemarin untuk selanjutnya diserahkan pada pasangan Sujud.

Lanjutnya, partai memilih pasangan itu setelah melalui proses pembahasan internal yang mendalam. Dari sepuluh bakal calon yang sudah mendaftarkan diri ke partainya, lalu dikerucutkan menjadi tiga nama untuk diserahkan ke DPD Provinsi NTB.

“Nama pasangan Sujud terpilih pada proses ini yang selanjutnya diserahkan ke DPP untuk penetapan secara resmi,” lanjutnya.

Pria yang juga duduk di lembaga Legislatif Kota Bima mengaku, hasil penjaringan Pimpinan Cabang melalui sejumlah pengurus Kelurahan, memprioritaskan pasangan Sujud karena diketahui memiliki elaktabilitas yang jauh lebih tinggi dari pasangan lain.

Sementara itu di tempat berbeda, Kader PKS Kota Bima, Anwar Arman, SE mengaku jika partai nya dan Partai Hanura telah mendapatkan mendapatkan surat rekomendasi dari DPP masing-masing untuk mengusung Sujud dalam Pemilukada Kota Bima. Selanjutnya setelah rekomendasi DPP keluar, maka dalam waktu dekat pasangan Sujud akan menggelar deklarasi dan pendaftaran ke kantor KPUD Kota Bima. “Waktunya memang belum ditetapkan, tapi setidaknya sekitar tanggal 5 dan 11 Februari ,” katanya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *