Enam DAM Ambruk, Lahan Pertanian Wera Terancam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Enam bangunan bendungan (DAM) yang ada di Kecamatan Wera dilaporkan dalam keadaan rusak parah, bahkan ambruk setelah beberapa kali dilanda banjir. Karena tidak berfungsinya sarana irigasi itu, praktis ribuan hektar lahan pertanian di wilayah tersebut terancam tidak dapat mendapatkan cukup pengairan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bima asal Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Sukri HT MPd, enam DAM di wilayah kerjanya yaitu: DAM Nggeru Nunggi, DAM Wadu Mbia Tanah, DAM Sumpi Hidirasa, DAM Nae Palu Hidirasa, DAM Tolomati Tadewa dan DAM Pali Tadewa, mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Akibatnya, praktis DAM-DAM tersebut tidak dapat lagi berfungsi untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian masyarakat.

Karena peranan beberapa DAM tersebut sangat vital untuk menunjang produktifitas ribuan hektar sawah di seluruh wilayah sekitarnya, masyarakat pun telah mencoba membangun DAM darurat secara swadaya. Namun dikatakannya, usaha warga yang membendung sungai dengan material yang seadanya itu tentunya tidak bisa mengembalikan fungsi irigasi untuk seluruh petak sawah warga menjadi normal seperti sediakala.

Untuk itu Sukri yang mewakili masyarakat tani kecamatan Wera berharap pemerintah dan pihak terkait lainnya, turun untuk melihat kondisi DAM-DAM tersebut dengan maskud sesegera mungkin melakukan perbaikan. “Takutnya, kalau tidak ada upaya pemerintah mengembalikan fungsi irigasi itu, impilikasinya akan membuat panen gagal secara besar-besaran, baik pada musim tanam penghujan sekarang pun terlebih ketika kemarau datang,” desak duta PAN ini ketika diwawancarai di ruangannya Selasa (5/2/2013). [AR*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *