Polisi Kembalikan Motor Bakhtiar, Uang Rp 10 Juta Raib

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kendati pihak kepolisian telah mengembalikan barang bukti sepeda motor milik Bakhtiar, terduga teroris yang tertembak mati dalam penggerebekan Densus 88 beberapa waktu yang lalu, keluarga Almarhum mempertanyakan keberadaan uang tunai sebesar Rp 10 juta yang disimpan Bakhtiar di dalam jok motornya.

Nuraini harus berjuang sendirian menghidupi anak-anaknya pasca meninggalnya Bakhtiar. Foto: VOA ISLAM

Keluarga Bakhtiar mempertanyakan raibnya uang dalam jok motor yang dikembalikan kepolisian. Foto: VOA ISLAM

Sebagaimana yang diungkapkan oleh juru bicara keluarga Bakhtiar, Firman mengatakan, memang pihak Kepolisian telah mengembalikan sepeda motor jenis Supra X nomor polisi EA 5179 SG yang digunakan almarhum Bahtiar pada saat penyergapan dilakukan. Namun menurut pengakuan Nur Aini istri almarhum, selama ini Bakhtiar punya kebiasaan menyimpan uang tabungan di dalam jok motor,  baik itu keuntungan hasil jualan selama ini, maupun uang lainnya.

“Seingat keluarga, sebelum kejadian penembakan tersebut, almarhum sempat mengambil uang arisan sebesar Rp10 juta,” katanya, Senin kemarin. Akan tetapi saat motor itu dikembalikan oleh Kepolisian, uang yang tersimpan didalam jok motor tidak ada, sedikitpun. Yang tersisa dalam jok hanya dua kantung plastik kosong serta topi yang biasa digunakan Bakhtiar berjualan roti.

“Padahal, saat menemui Mabes Polri di Jakarta beberapa waktu lalu, kami dijanjikan untuk mengembalikan semua barang bukti milik Bahtiar, meski tidak disebutkan uang yang ada didalam jok motor,” terangnya.

Kendati keluarga heran atas raibnya uang yang menjadi modal usaha berjualan roti itu, pihak keluarga mengaku ikhlas apabila uang yang dimaksud hilang atau telah digunakan oleh orang lain.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Mabes Polri juga berjanji akan merilis dasar penembakan almarhum. Bahkan melalui tim khusus, akan disampaikan kepada pihak keluarga. “Hingga kini belum ada rilis yang dijanjikan Mabes Polri,” tambahnya.

Lanjut Firman, setelah sepeda motor dikembalikan, keluarga kembali didatangi utusan Kepolisian yang menyampaikan permohonan maaf atas tewasnya almarhum Bahtiar. Namun, saat itu istri almarhum tidak menyampaikan apa-apa. “Melalui kesempatan ini, istri Bakhtiar menerima permohonan maaf polisi, meski hingga kini belum diketahui dasar penembakan yang menewaskan almarhum,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain meminta maaf, istri almarhum mengaku bahwa pihak Kepolisian berkeinginan memberikan santunan uang kepada keluarga, namun ditolak. Alasannya, tidak membutuhkan uang tersebut.  [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *