Mayat Lelaki Ditemukan di Dasar Jurang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Sabtu (9/2/2013) kemarin dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat di dasar jurang tak jauh dari desa. Mayat itu diduga merupakan Suhermansyah (25) yang lebih dari satu minggu menghilang.

kondisi korban saat ditemukan

Kondisi korban saat ditemukan di dasar jurang. Foto: Iksan

Sejumlah warga dan anggota polisi terlihat tengah sibuk mengangkut sesosok mayat manusia dari dasar jurang So Wadu Niwa Desa Maria Kecamatan Wawo pada pukul 10.30 WITA. Tampak pula sejumlah anggota Sat Pol PP, SAR, dan petugas Puskesmas setempat dalam proses evakuasi korban dari lokasi yang berjarak sekitar 5 km dari perkampungan itu.

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, mayat lelaki itu diduga Suhermansyah (25), warga Wawo Maria yang telah lebih dari dua minggu menghilang. Pengakuan ini diperkuat dengan kesaksian ayah korban H. Hasyim Ikraman,  bahwa sebelumnya putranya menghilang dan telah dicari oleh pihak keluarga dan seluruh warga setempat.

Mengenai penyebab menghilangnya korban, H. Hasyim mengaku tidak tahu pasti. Diakuinya, setahun terakhir ini Suhermansyah menderita sakit berkepanjangan. Oleh pihak keluarga, korban telah dibawa ke rumah sakit sebanyak dua kali untuk menyembuhkan penyakitnya, namun rasa sakit di bagian dada yang dikeluhkan korban tak kunjung membaik.

“Setahun terakhir dia sakit-sakitan, dan sejak hari Selasa dua minggu yang lalu dia pergi dari rumah,” aku H. Hasyim.

Karena menghilangnya korban, usaha pencarian telah dilaksanakan keluarga. Bahkan sesuai tradisi setempat, prosesi pencarian Suhermansyah juga dilakukan dengan membunyikan tetabuhan gamelan tradisional Bima di sejumlah tempat yang dicurigai menjadi lokasi terakhir korban.

Keluarga yang telah putus asa baru mendapatkan kepastian pada Sabtu (9/2/2013) kemarin. Sesosok mayat yang kuat diduga sebagai Suhermansyah ditemukan tergeletak antara bebatuan sungai kering sejauh satu jam perjalanan dari desa. Kondisi mayat saat ditemukan terlihat sudah tak utuh lagi, anggota badannya terpisah-pisah sejauh beberapa meter dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Korban menolak jenazah itu diautopsi karena menganggap kematian Suhermansyah wajar. “Sudah ajalnya anak saya, kami ingin dia cepat dimakamkan,” lanjut warga Desa Maria itu. [BQ]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *