Tak Dapat Restu Mabes, Sang Kolonel Minta Maaf

Kota Bima, Kahaba.- Akibat tidak diberikannya ijin atasan, Kolonel AU Rifaid Ismail yang santer disebut bakal mencalonkan diri menjadi  Walikota Bima urung mengikuti suksesi kepala daerah Kota Bima pada bulan Mei mendatang. Karenanya, sang Kolonel pun menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Kota Bima.

kolonel rifaid

Kolonel AU Rifaid Ismail

Seperti yang disampaikan melalui Sudirman, DJ, SH pada Sabtu (9/2), meskipun dalam usahanya Kolonel Rifaid telah  mendapatkan dukungan dari tiga partai pemegang kursi di DPRD Kota Bima, namun dalam perjalanannya restu dari Mabes TNI AU yang tak kunjung diterima mengandaskan impian perwira tinggi di TNI AU itu.

“Sudah diputuskan, karena beliau itu aset di TNI AU, maka Mabes tak memberikan ijin untuk ikut pada Pemilukada Kota Bima tahun ini,” ujar Ketua DPC PKPB itu pada Kahaba.

Sudirman melanjutkan, Kolonel Rifai yang menghubungi dirinya mengungkapkan, berdasarkan aturan yang terbaru di TNI AU, tak ada alasan yang kuat dari Kolonel untuk mendapatkan ijin dari Mabes. Karenanya, tanpa menafikan perjuangan yang cukup lama dan melelahkan yang telah dilakukannya, Kolonel Rifai harus berbesar hati merelakan kehendaknya tidak terlaksana sesuai dengan rencana.

Lanjutnya lagi, tidak terwujudnya keinginan besar Kolonel Rifai menjadi Walikota Bima tak lantas menghentikan usahanya dalam mewujudkan masyarakat dan daerah Bima yang maju dan sejahtera. Dikatakannya, Sang Kolonel akan terus memberikan sumbangsih terbaiknya untuk tanah tempat ia dilahirkan.

Namun untuk seluruh warga masyarakat Bima yang telah sepenuhnya mendukung Kolonel Rifaid dalam perjalanannya menjadi orang nomor satu di Kota Bima, Sudirman menyampaikan permohonan maaf dari Jakarta. “Melalui kesempataan ini, bapak Kolonel Rifaid menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Bima,” katanya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *