Menjelang Pilgub Harun Al Rasyid ‘Pulang Kampung’

Kota Bima, Kahaba.- Minggu (10/2) pukul 10.00 wita, mantan gubernur NTB putra asli Bima, Drs. H. Harun Al Rasyid yang di dukung oleh oleh 17 Partai Politik (parpol) mengadakan acara silaturrahmi dan sosialisasi dengan warga Lingkungan Lewi, Kelurahan Saerae, Kota Bima terkait pencalonan dirinya menjadi Gubernur NTB yang berpasangan dengan putra Lombok, H. Lalu A. Muhyi Abidin, MA.

Harun Al-Rasyid, Mantan Gubernur NTB yang mendekarasikan kembali maju jadi Cagub NTB 2013. Foto: tamboranews

Harun Al-Rasyid, Mantan Gubernur NTB yang kembali maju jadi Cagub NTB 2013 pulang kampung. Foto: tamboranews

Di sela-sela acara silaturrahmi tersebut Dae Reso menemui wartawan dan memberikan kejelasan atas sikapnya yang terpanggil untuk maju sebagai Gubernur NTB dan prihatin dengan kondisi daerah saat ini.

Berdasarkan data pemerintah nasional, Indeks Prestasi Manusia (IPM) dan Sumber Daya Manusia (SDM) menempatkan Propinsi NTB ke 32 dari 38 provinsi, predikat ini sungguh ironis padahal menurut Dae Reso dengan SDM yang dimiliki NTB saat ini harusnya menjadi salah satu provinsi yang tingkat IPMnya tinggi.

”Dulu saat dirinya menjabat sebagai gubernur IPM NTB secara perlahan tetap meningkat, kenapa kemudian kini malah menurut drastic,” ujarnya heran.

Selain itu, dirinya kembali ke NTB hanya satu, yaitu merespon permintaan warga NTB yang saat ini membutuhkan pemimpin yang patut diteladani oleh masyarakat sehingga dapat bersama-sama membangun NTB lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Selain soal anjloknya IPM dan SDM Dae Reso Juga prihatin terhadap kondisi Masjid Raya Bima yang diakui sangat miris, masjid yang harusnya menjadi pusat kegiatan warga sampai saat ini tidak pernah diperhatikan dan dae berjanji akan menjadikannya prioritas ketika terpilih.

Khusus untuk orang Bima, sebagai tanah kelahirannya, mantan Gubernur ini berharap mendapat dukungan penuh dari masyarakat Bima dan NTB Khususnya untuk dapat memenangkan pemilukada. Tanpa dukungan warga Bima “HARUM”bukan apa-apa.

Dae Reso memperjelas, dirinya bersama H. Lalu A. Muhyi Abidin, MA yang merupakan pemimpin Nahdatul Wathan (NW) yang juga sama-sama sebagai perwakilan DPD untuk NTB di DPR Pusat serta sama-sama bersepakat untuk maju. Sebagai wujud dari komitmen Pasangan yang dinamakan “HARUM” kini telah mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB pada tanggal 6 Februari 2013. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Sy sangat setuju dgn pasangan “Harum” yg Insya Allah akn membrikan keharuman utk masyarakat NTB. Tpi hanya satu yg sy tdk stuju, apabila kita terjun didunia polik, jgn cantumkn organisasi, krn pendiri NW tdk prnh menyuruh tuk kedunia politik, pigur dr NW silahkan tpi jgn bawa nama NW ke dunia politi, bisa kualat nanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *