Berantas Maksiat, JAT Kota Bima Bentuk Laskar

Kota Bima, Kahaba.- Untuk memberantas kemaksiatan yang terjadi di Kota Bima, hari Jumat (15/2/2013) Jamaah Ansyarut Tauhid (JAT) Imarah Wilayah Nusa Tenggara mengumumkan pembentukan organisasi yang disebut Laskar Amar Makruf Nahi Mungkar (Amanar).

Massa JAT Bima berdemonstrasi untuk mengutuk pembuatan film penghinaan atas Nabi Muhammad

Ilustrasi

Dalam rangka mensosialisasikan pembentukan ini, puluhan jamaah menggelar konvoi kendaraan di jalan-jalan utama Kota Bima. Mengambil titik keberangkatan di  Lapangan Serasuba Bima, rombongan kemudian berkeliling Kompleks Pasar Raya, lalu  menuju Terminal Kumbe melalui Jalan Soekarno Hatta untuk selanjutnya kembali ke Lapangan Merdeka.

Seperti yang diungkapkan oleh Juru Bicara JAT Ustadz Asikin, konvoi kendaraan ini dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi pembentukan Laskar Amanar JAT kepada seluruh masyarakat Kota Bima. “Sebenarnya secara laskar ini telah terbentuk jauh hari sebelumnya dengan anggota yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Bima, namun keberadaannya perlu disosialisasikan pada masyarakat,” katanya.

Lanjut Asikin, dalam waktu dekat Laskar Amanar JAT akan mendatangi sejumlah lokasi di Kota Bima yang ditengarai kerap dijadikan tempat maksiat seperti judi, minuman keras, zina dan lain sebagainya. Selanjutnya mereka akan memberikan peringatan kepada umat muslim agar mereka kembali ke ajaran Allah dan meninggalkan perilaku yang dilarang oleh agama.

“Kami hendak menyampaikan himbauan kepada umat islam, kerusakan, musibah, dan  bencana yang kerap terjadi di muka bumi ini adalah bentuk teguran Allah atas banyaknya maksiat yang terjadi. Niatan kami turun murni sebagai bentuk tanggungjawab untuk menegakkan amar makruf,” jelas Asikin.

Secara teknis, sebelum turun ke sejumlah lokasi, laskar ini akan memberikan pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian. Asikin pun menegaskan akan mengutamakan cara-cara persuasif dan menjauhi tindakan anarkis dalam melakukan aksinya.

“Insyallah tujuan kami untuk dakwah, sesuai Al Quran dan Al Hadist. Sebisa mungkin kami akan menghindari cara-cara kekerasan,” lanjutnya. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *