Rumah Pelaku Curas Motor Dikepung Warga

Kota Bima, Kahaba.- Insiden pencurian sepeda motor disertai kekerasan yang berujung dengan terlukanya korban membuat warga dua RT di Kelurahan Melayu pada Minggu (17/2/2013) sore hampir bentrok. Informasi meninggalnya korban Andri (19) membuat keluarga dan sejumlah warga pada pukul 17.00 hendak menyerang kediaman pelaku yang masih bertetangga itu.

Ilustrasi. Gambar: Merdeka.com

Ilustrasi. Gambar: Merdeka.com

Haris (35), paman korban yang diwawancarai Kahaba menuturkan, korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu awalnya pada pukul 13.00 Wita diajak pelaku YS (38) untuk mengantarnya ke Desa Sowa Kecamatan Soromandi, tempat kediaman istri terduga pelaku. Namun lanjutnya, melewati Desa Sowa, pelaku ternyata tidak mau berhenti. Korban malah diperintahkannya untuk terus memboncengnya sampai ke desa Sai.

Rupanya di tengah jalan yang sepi itulah, pelaku tiba-tiba menodongkan pisau ke leher korban. Jelas Haris, saat itu sempat terjadi perlawanan dari korban, namun ketika leher korban terluka akibat tusukan pisau, korban akhirnya merelakan sepeda motornya dibawa lari pelaku. “Kejadiannya di desa Sai sekitar pukul tiga sore,” pungkas Haris.

Haris sendiri baru mengetahui kejadian itu setelah melihat ponakannya yang tiba-tiba tiba di rumahnya dengan tubuh berlumuran darah. Dari mulut korban itulah, barulah terurai cerita sebenarnya dan kemudian diketahui bahwa pelakunya adalah YS yang masih merupakan tetangganya sendiri. ”kita tidak terima perlakukan pelaku, sudah diantar ternyata ada niat tidak baik.” pungkasnya.

Akibat aksi perampasan disertai penodongan itu, korban mengalami luka robek pada bagian leher kanan. Ia pun telah mendapatkan perawatan medis dan telah melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Bima. Sementara itu sampai saat ini pelaku dan sepeda motor milik korban masih diburu oleh polisi.

Sementara itu pihak keluarga dan warga yang tidak terima perlakukan pelaku, kemudian beramai-ramai mendatangi rumah YS. Sempat terjadi ketegangan ketika dua kelompok warga dari RT 09 dan RT 08 Kelurahan Melayu itu bertemu, namun bentrokan antara keduanya lekas diantisipasi polisi. Belasan aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga di perbatasan dua RT.

Berdasarkan pantauan Kahaba, terlihat Camat Asakota Lalu Sukarsana, Kapolsek Asakota Iptu. Mulyono dan jajarannya berada di lokasi guna memberikan arahan kepada kedua warga dan keluarga korban untuk saling menahan diri dan menyerahkan permasalahan ini kepada pihak Kepolisian.

Sementara Kapolsek Asakota, Iptu. Mulyono dikonfirmasi diantara kedua kelopok warga mengatakan, pihaknya saat ini bertugas hanya melakukan pengamanan kedua warga. Sementara terkait kasus hukum, bukanlah menjadi domain pihaknya. “Proses hukumnya itu adalah kewenangan Polres Bima, karena lokasi kejadiannya di wilayah Polres Bima,” [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *