Dishubkominfo Susun MoU Baru Parkir Bandara

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tingginya jumlah kendaraan yang masuk ke Bandar Udara Sultan Muhamad Salahudin Palibelo Bima setiap harinya, ternyata belum berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, pada tahun 2012 kontribusi perparkiran bandara satu-satunya di wilayah Bima ini tercatat hanya 49 persen dari yang tertarget.

Ilustrasi

Ilustrasi

Parkir kendaraan bermotor yang dikelola bersama antara Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan Pihak Bandara tahun 2012 lalu hanya mampu direalisasikan sebesar Rp. 17 juta dari target Rp 35 juta atau hanya sekitar 49 persen.

Untuk memaksimalkan hal tersebut, jajaran Dishubkominfo Kabupaten Bima bersama jajaran teras Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Sabtu (16/02) kemarin mengadakan pertemuan guna membahas kerja sama antara kedua institusi.

“Hari ini saya kami akan mengadakan pertemuan yang membahas rancangan kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MOU) baru di tahun 2013,” kata Zunaidin, S.Sos.,MM disela-sela pertemuan yang berlangsung di ruang rapat khusus Kepala Bandara.

Rapat yang berlangsung sedikit alot, dipimpin langsung oleh Kepala Bandara Ir. Aziz Saka, M.Si dihadiri Camat Palibelo Drs. Junaidin dan Zunaidin, S.Sos.,MM  Kadis Perhubungan Kominfo Kabupaten Bima, beserta Kabid Perhubungan Darat Suaeb, S.sos.

Usai Rapat, Kadishub yang didampingi Kasubag Program Arief Rachman, S.Sos secara gamblang menjelaskan, MoU yang dirancang saat ini harus memberikan keuntungan optimal bagi kedua belah pihak. “Pihak bandara bisa memenuhi target yang disyaratkan pusat, demikian halnya di Dishubkominfo bisa memenuhi target PAD di tahun 2013 ini sebesar Rp. 35 juta dari retribusi Parkir Khusus Bandara,” ujar Zunaidin.

Meski, tidak terlalu optimis pada angka-angka yang telah ditargetkan, bukan berarti kerjasama yang baru dibahas ini kurang greget. “Saya senang, minimal kami telah bersepakat bahwa tahun 2013 ini pihak Bandara dan Dishubkominfo akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap potensi kebocoran yang terjadi. Ini merupakan poin penting kesepakatan hari ini,” kata Kadis optimis.

Pokoknya, potensi retribusi parkir khusus  harus tergarap maksimal, Tidak tercapainya realisasi PAD Dishubkominfo beberapa tahun terakhir kurangnya pengawasan dalam penyetoran yang tidak masuk dalam Kas Dishubkominfo.

Karena itulah, tahun 2013 ini kita sepakat akan melakukan pengawasan bersama aliran kas penyetoran dari petugas pungut sampai saat penyetoran. “Insya Allah, kami saat ini tengah merencanakan satu alat mekanik parkir yang nanti akan meminimalkan kebocoran. Disamping, tetap mengintensifkan pengawasan dan pengendalian secara internal,” tutup Kadis. [BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *