PNS Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kabupaten Bima, Kahaba.- Mahlan H. Mansur S.Sos, PNS asal Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima ditemukan tewas tergantung dengan sehelai sarung di pintu kamar rumahnya. Kematian korban yang diduga terjadi pada Senin (18/2) pagi itu, oleh keluarga diiklaskan sehingga polisi tidak melakukan otopsi terhadap jenazah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti yang diungkapkan oleh Kapolsek Bolo AKP Burhanudin, korban pertama kali ditemukan tergantung tanpa nyawa di pintu kamarnya sekitar pukul 09.00 WITA. Istri korban yang baru saja pulang mengajar mendapati Mahlan tergantung dengan menggunakan sehelai kain sarung.

“Setelah ada laporan warga, kami langsung menuju lokasi untuk melaksanakan identifikasi dan olah TKP,”ujarnya pada Senin (18/2) sore.

Kematian PNS berumur 48 tahun tak ayal menjadi pukulan berat pihak keluarga. Istri korban yang menjadi orang pertama yang melihat korban tergantung pun dikabarkan syok dibuatnya.

Menurut Burhanuddin, setelah pihaknya mendatangi TKP, keluarga menolak kasus ini ditangani oleh pihak Kepolisian dan mengikhlaskan kematian korban. Bahkan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi yang sempat diminta oleh aparat Polsek Bolo. Penolakan ini juga diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat keluarga.

Namun Polsek Bolo belum sepenuhnya meyakini kematian Mahlan lantaran bunuh diri. Kondisi TKP dimana posisi pintu yang menjadi korban yang gantung diri tidak teralu tinggi dan masih bisa dijangkau oleh kaki. “Pintu tempatnya tergantung tidak terlalu tinggi,” ungkap Burhanudin.

Karenanya Burhanudin menyayangkan tidak diijinkannya aparat yang berwenang melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Ia bertekad membuka kembali kasus ini jika memang dikemudian hari terdapat fakta dan bukti kuat yang dapat mengarahkan insiden ini pada tindak pidana murni. [US*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *