PNS Gantung Diri Diduga Depresi Akibat Mutasi?

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kematian Mahlan H. Mansur S.Sos, yang ditemukan tergantung di pintu kamar rumahnya di Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menuai tanda tanya. Dugaan PNS berumur 48 tahun itu tewas gantung diri akibat depresi pun menyeruak dengan fakta kematiannya yang tak berselang lama dari dimutasinya  ia ke Kecamatan Tambora.

ilustrasi

ilustrasi

Korban Mahlan berdasarkan informasi yang diperoleh Kahaba merupakan salah seorang PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang termasuk dalam sejumlah pegawai yang mendapatkan mutasi tempat kerja. Berdasarkan SK mutasi tersebut, ia dipindahkan ke Kecamatan Tambora dan mengabdi di kantor Kecamatan Setempat. Karenanya, sejumlah pihak santer mengaitkan kematian Mahlan disebabkan karena depresi akibat mutasi ke kecamatan yang terjauh dari pusat Kabupaten Bima itu.

Kapolsek Bolo AKP Burhanudin mengungkapkan, jajarannya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban. Dugaan depresi akibat mutasi seperti yang digangkan banyak pihak pun enggan dipastikan oleh Kapolres Belo itu. Karena menurutnya, hal itu bukan ranahnya. Hanya saja, dia menyebutkan jika sebelum tewas korban memang dalam kondisi sakit-sakitan.

“Bukan mau dipindah tapi sudah dipindah. Tapi kita ndak masuk ke ranah itu karena itu kewenangan pimpinannya,” ujar Burhanudin.

Kesulitan mengungkap penyebab meninggalnya korban juga ditambah dengan tidak diberikannya izin pihak keluarga untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban pertama kali ditemukan tergantung tanpa nyawa di pintu kamarnya sekitar pukul 09.00 WITA. Istri korban yang baru saja pulang mengajar mendapati Mahlan tergantung dengan menggunakan sehelai kain sarung.

Berdasarkan informasi terakhir, hingga sore ini jenazah korban belum dimakamkan karena masih menunggu salah seorang putranya yang tengah bersekolah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). [US*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *