Kembali, Pelajar SMAN 2 Kota Bima Kesurupan Massal

Kota Bima, Kahaba.- Kesurupan massal kembali melanda SMAN 2 Kota Bima. Setelah Selasa kemarin belasan siswa kesurupan di dalam kelas, hari ini (20/2/2013) hal yang sama terjadi lagi. Bedanya, kali ini kesurupan massal justru terjadi ketika do’a dan dzikir bersama tengah dilangsungkan.

Siswi SMAN 2 Kota Bima  Kembali Kesurupan

Siswi SMAN 2 Kota Bima Kesurupan. Foto: Faha

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bima Drs. H. Syahbuddin yang dihubungi Kahaba menyebutkan, hari Selasa (19/2/2013) kemarin hal yang sama juga terjadi. Belasan pelajar tiba-tiba tidak sadarkan diri di dalam kelas. Melalui salah seorang korban kesurupan itu, makhluk halus meminta agar di adakan doa di sekolah.

Karenanya, pagi ini SMAN 2 Kota Bima mengadakan kegiatan keagamaan di aula sekolah. “Pihak sekolah pun hari ini sedang menggelar doa dan dzikir bersama, untuk memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Namun rupanya, insiden kesurupan itu kembali terjadi lagi. Dimulai dari satu orang, jumlah siswi yang berteriak histeris dan tak sadarkan diri kemudian bertambah setelah kesurupan menjalar pada sejumlah pelajar lainnya. Anehnya lagi, pelajar lain yang awalnya normal tiba-tiba merasakan gejala kesurupan yang sama hanya dengan memegang badan siswa lain yang kesurupan. Terhitung sebanyak 13 orang pelajar tak sadarkan diri dan kemudian diberikan penanganan oleh para guru setempat.

Syahbuddin juga mengatakan, seluruh siswanya yang mengalami kesurupan hari ini telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Orang tua mereka dipanggil untuk menjemput anak-anak mereka. Selain itu para orang tua juga diberikan pengarahan agar mereka memastikan anak-anak mereka sarapan pagi dan tidak dalam keadaan sakit sebelum pergi ke sekolah.

“Insiden ini terjadi bukan semata-mata karena hal gaib, tapi bisa saja karena kondisi fisik siswa yang  sedang lemah,” pungkasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *