Waow, Gara-Gara Banjir Kota Bima Rugi Rp 48 Milyar?

Kota Bima, Kahaba.-  Banjir melanda Kota Bima awal tahun lalu mengakibatkan kerugian material yang terbilang besar. Seperti yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, kerugian ditaksir mencapai angka Rp 48 miliar.

ilustrasi

ilustrasi

Kepala BPBD Kota Bima, Drs. H. Fahrunroji ditemui di kantor DPRD Kota Bima, Kamis (21/2) mengatakan berdasarkan hasil perhitungan pihaknya, dampak banjir tanggal 11 Januari dan 2 Februari 2013 lalu, total keseluruhan kerugian mencapai angka Rp 48 milyar.

Ia merincikan, angka tersebut dihitung berdasarkan kerusakan bangunan irigasi dan drainase. Seperti sejumlah tanggul disepanjang aliran sungai, juga kerusakan rumah warga yang diterjang banjir. “Jumlah rumah yang terendam banjir kurang lebih 1800 unit, yang tersebar di wilayah Kelurahan, Tanjung, Melayu, Sarae, Nae, Jatiwangi, Jatibaru, Santi dan Matakando,” sebutnya.

Kata dia, rumah yang tergenang banjir merupakan rumah yang berada sepanjang bantaran sungai dan pemukiman warga yang kondisi drainase nya buruk. Sedangkan penyebab banjir, menurutnya, terjadi karena beberapa faktor, seperti faktor alam, akibat prilaku manusia yang kurang sadar disepanjang bantaran sungai.

“Kesadaran warga di Kota Bima untuk hidup bersih sangat kurang, terutama membuang sampah di sungai. Kemudian diperparah kondisi drainase yang tidak dibersihkan, sehingga saat musim hujan sangat berpotensi menyebabkan banjir,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi itu diperburuk dengan banyaknya warga di sepanjang bantaran sungai yang membangun rumah. Tidak hanya di sisi sungai, tapi juga masuk ke dalam alur sungai. Akibatnya, sungai semakin sempit

“Jika sungai sudah sempit, hujan dengan intensitas rendah pun akan dapat menimbulkan banjir. Untuk itu, kami menghimbau kepada warga untuk menjaga alur sungai seperti dulu. Jangan membangun rumah di sungai, dan drainase bisa selalu dibersihkan,” pintanya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *