Kesurupan SMAN 2 Berlanjut, Guru Jadi Korban

Kota Bima, Kahaba.- Peristiwa kesurupan massal di SMAN 2 Kota Bima masih terjadi. Pada hari ke empat ini, dua orang guru setempat juga ikut menjadi korban bersama siswi-siswi lainnya. Proses belajar mengajar pun praktis terganggu.

Siswi SMAN 2 Kota Bima  Kembali Kesurupan

Siswi SMAN 2 Kota Bima Kembali Kesurupan

Setelah tiga hari berturut-turut insiden kesurupan massal melanda SMAN 2 Kota Bima, hari Jumat (22/2/2013 hal yang sama terjadi lagi. Seperti hari-hari sebelumnya, sejumlah siswi menjadi korbannya. Satu persatu pelajar itu tak sadarkan diri, terjatuh, dan berteriak histeris. Tidak hanya itu, sejumlah siswi lain ada yang menari dan bernyanyi. Siswi yang kesurupan segera dilarikan ke dalam Mushollah setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Berdasarkan pantauan Kahaba, yang berbeda pada hari ini adalah terdapatnya dua orang guru yang mengalami hal yang sama. Guru-guru yang juga berjenis kelamin perempuan itu langsung dilarikan ke ruangan guru dan ruang Kepala Sekolah.

Tidak sedikit pula diantara siswi-siswi itu yang kembali kesurupan setelah sempat menyadarkan diri. Para korban yang siuman kemudian dipulangkan ke rumahnya masing-masing setelah sebelumnya orang tua siswi dipanggil ke sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bima, Drs. H. Syahbuddin mengatakan, proses belajar dan mengajar di sekolah itu praktis terganggu setelah empat hari lamanya ‘diganggu’ dengan insiden kesurupan itu. “Bukan hanya korban yang tidak bisa mengikuti pelajaran, sejumlah pelajar lainnya yang ikut membantu mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama juga tak bisa belajar dengan tenang,” kata dia.

Kemudian terkait intensnya gangguan dari ‘dunia lain’ itu,  Syahbuddin tak berani memastikan. Namun diakuinya berdasarkan penuturan sejumlah siswi saat mereka mengalami kesurupan, terlontar kata-kata bahwa sedang digelar kegiatan pertemuan jin seluruh Indonesia yang di pusatkan di SMAN 2 Kota Bima. “Kita juga heran, katanya sih ada pertemuan Jin seluruh Indonesia di sini,” ujarnya seraya berharap kejadian hari ini merupakan yang terakhir kalinya agar aktivitas di sekolah bisa berjalan sebagaimana semestinya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *