Pencucian Kendaraan Liar di Cabang Lewirato Meresahkan

Kota Bima. Kahaba.- Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan aktivitas pencucian kendaraan yang kerap dilakukan di Jalan Kesatria Kelurahan Penatoi dan Jalan Pendidikan Kelurahan Lewirato setiap sore hingga malam hari. Selain mengganggu pemandangan, pencucian kendaraan ilegal itu rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Perempatan Lewirato rawan kecelakaan akibat pencucian kendaraan kerap dilakukan. Foto: Arief Kahaba

Perempatan Lewirato rawan kecelakaan akibat pencucian kendaraan kerap dilakukan. Foto: Arief Kahaba

Kendati telah dipasang plang tanda larangan mencuci kendaraan, hampir setiap hari ditemui sejumlah angkot (bemo, red) terparkir di bagian utara dan selatan cabang Lewirato itu. Dengan memanfaatkan air dari saluran irigasi, para supir biasa mencuci kendaraannya pada sore atau malam hari.

Aktivitas itu rupanya mendapatkan sorotan dari pengguna jalan. Wahyudin Warga Kelurahan Mande yang rutin melintasi jalan itu mengaku was-was melintasi lokasi itu khususnya pada sore hari. Banyaknya kendaraan yang berjejer di sepanjang jalan, tidak saja mengganggu kelancaran arus lalu-lintas, namun juga sudah menghalangi pandangan pengendara di jalur sempit itu.

Hal senada juga dikeluhkan oleh A. Haris, warga sekitar lokasi pencucian kendaraan ilegal itu. Bahkan ia mengaku beberapa waktu lalu nyaris bertabrakan dengan pengguna jalan lain dari arah berlawanan. Pasalnya, ketika ia melintas dari arah selatan pandangan terhalang oleh sejumlah angkot yang terparkir dan sedang dicuci oleh pengendaranya. “Karena tak bisa lihat kondisi jalan di depan, saya hampir tabrakan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya kesal.

Kepada Kahaba, Haris berharap aktivitas pencucian liar dapat ditertibkan oleh instansi terkait sebelum kendaraan lain ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Sat Pol PP, Dishubkominfo dan DKPP Kota Bima dikatakannya hanya menutup mata dengan hal itu, padahal jarak kantor mereka dan lokasi yang dikeluhkan tidak terlalu jauh.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol.PP) Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd. yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku sudah seringkali menegur para sopir dan tukang ojek untuk tidak lagi mencuci kendaraan ditempat itu. Karenanya, ia mengaku intensitas pencucian kendaraan di dua ruas jalan itu pernah berkurang secara drastis.

Karena kembali maraknya hal tersebut belakangan ini, ia memastikan pihaknya akan kembali melakukan penertiban. “Saya kira keresahan pengguna jalan itu wajar, karena memang aktivitas tersebut sudah sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan. nanti kita akan kembali tertibkan,” janjinya.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *